Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Candi-Peninggalan-Kerajaan-Majapahit

Sebagai kerajaan besar di tanah Jawa, bahkan di Nusantara, Kerajaan Majapahit banyak meninggalkan beberapa peninggalan yang masih ada sampai pada saat ini. Peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut ada banyak jenisnya, mulai dari Candi, Prasasti dan Kitab peninggalan kerajaan majapahit.


Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Disini saya akan menyampaikan salah satu peninggalan kerajaan majapahit, yaitu Candi. Berikut peninggalan kerajaan majapahit berupa candi beserta gambar dan letaknya, yaitu sebagai berikut:


  1. Candi Sukuh

Candi Sukuh

Letak:

Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang terletak di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas. Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.


  1. Candi Cetho

Candi Cetho

Letak:

Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.


Fungsi:

Sebagai tempat ruwatan, seperti yang terlihat adanya simbol-simbol dan mitologi yang ditampilkan oleh arca- arcanya.

Candi Cetho adalah sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda.

Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng,Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut.


  1. Candi Pari

Candi Pari

Letak:

Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.


Fungsi:

Sebagai tempat Peribatan.

Terdapat folklore didirikannya candi itu sebagai simbol kesuburan desa setempat dengan produksi padi yang melimpah dan mampu menyetorkan upeti kepada Raja Majapahit.

Candi Pari adalah sebuah peninggalan Masa Klasik Indonesia di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 2 km ke arah barat laut pusat semburan lumpur PT Lapindo Brantas saat ini.

Dahulu, di atas gerbang ada batu dengan angka tahun 1293 Saka = 1371 Masehi. Merupakan peninggalan zaman Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk 1350-1389 M.


  1. Candi Jabung

Candi Jabung

Letak :

Desa Jabung, Kecamatan Paiton,Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.


Fungsi :

Sebagai tempat pemujaan.

Candi hindu ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura.

Artikel Terkait:  Pengertian NATO, Sejarah, Anggota Serta Tujuannya

Dalam kitab Nagarakertagama candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitabPararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja.

Arsitektur bangunan candi ini hampir serupa dengan Candi Bahal yang ada di Bahal, Sumatera Utara.


  1. Candi Brahu

Candi Brahu

Letak :

Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa


Fungsi :

  • Sebagai tempat untuk pembakaran mayat ataupun penyimpanan abu jenazah.
  • Juga ada yang menyebutkan
  • Sebagai tempat pemujaan.

Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di dalam kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. Tepatnya, candi ini berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, atau sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan raya Mojokerto-Jombang.

Candi Brahu diduga berasal dari kata wanaru atau warahu. Nama ini didapat dari sebutan sebuah bangunan suci yang disebut dalam Prasasti Alasantan. Prasasti tersebut ditemukan tak jauh dari Candi Brahu.


  1. Candi Tikus

Candi Tikus

Letak :

Trowulan, sekitar 13 km di

sebelah tenggara kota Mojokerto.


Fungsi :

  • Sebagai tempat pemandian keluarga Raja.
  • Sebagai kolam pusat pengaturan air untuk rakyat Mojokerto khususnya Trowulan.
  • Empat pemujaan kepada Tuhan (puncak candi menyerupai Meru).

Candi Tikus adalah sebuah peninggalan purbakala yang terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini terletak di kompleks Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan. Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu.

Candi Tikus yang semula telah terkubur dalam tanah ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat.

Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus. Belum didapatkan sumber informasi tertulis yang menerangkan secara jelas tentang kapan, untuk apa, dan oleh siapa Candi Tikus dibangun. Akan tetapi dengan adanya miniatur menara diperkirakan candi ini dibangun antara abad ke-13 sampai ke-14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu.


  1. Candi Surawana

Candi Surawana

Letak :

Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 25 km arah timur laut dari Kota Kediri.

Candi Surawana adalah candi Hindu yang terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sekitar 25 km arah timur laut dari Kota Kediri. Candi yang nama sesungguhnya adalah Wishnubhawanapura ini diperkirakan dibangun pada abad 14 untuk memuliakan Bhre Wengker, seorang raja dari Kerajaan Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Raja Wengker ini mangkat pada tahun 1388 M.

Artikel Terkait:  Sejarah Sumpah Pemuda

Dalam Negara kertagama diceritakan bahwa pada tahun 1361 Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pernah berkunjung bahkan menginap di Candi Surawana. Candi Surawana saat ini keadaannya sudah tidak utuh. Hanya bagian dasar yang telah direkonstruksi.


  1. Candi Bajangratu

Candi Bajangratu

Letak :

Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto


Fungsi :

Sebagai tempat untuk menghormati Jayanegara.

Bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 dan adalah salah satu gapura besar pada zaman keemasan Majapahit. Menurut catatan Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto, candi / gapura ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara yang dalam Negara kertagama disebut “kembali ke dunia Wisnu” tahun 1250 Saka (sekitar tahun 1328 M).

Namun sebenarnya sebelum wafatnya Jayanegara candi ini dipergunakan sebagai pintu belakang kerajaan. Dugaan ini didukung adanya relief “Sri Tanjung” dan sayap gapura yang melambangkan penglepasan dan sampai sekarang di daerah Trowulan sudah menjadi suatu kebudayaan jika melayat orang meninggal diharuskan lewat pintu belakang.


  1. Candi Wringin Branjang

Candi Wringin Branjang

Letak :

Blitar, Jawa Timur.


Fungsi :

Tempat penyimpanan alat-alat upacara.

Candi Wringin Branjang terletak di Blitar, Jawa Timur. Candi yang terbuat dari batu andesit ini memiliki bentuk yang sangat sederhana. Struktur bangunannya tidak memiliki kaki candi, tetapi hanya mempunyai tubuh dan atap candi saja, dengan ukuran panjang 400 cm, lebar 300 cm dan tingginya 500 cm. Sedangkan pintu masuknya berukuran lebar 100 cm, tingginya 200 cm dan menghadap ke arah selatan.

Pada bagian dinding tidak terdapat relief atau hiasan lainnya, tetapi dinding-dinding ini memiliki lubang ventilasi yang sederhana. Bentuk atap candi menyerupai atap rumah biasa, dan diduga bangunan candi ini merupakan tempat penyimpanan alat-alat upacara dari zaman Kerajaan Majapahit yakni pada abad ke 15 M.


  1. Candi Minak Jinggo

Candi Minak Jinggo

Letak :

Dukuh Unggahan, Desa Temon, Kec. Trowulan.


Fungsi :

Sebagai tempat pemujaan

Candi Minak Jinggo (sebutan masyarakat setempat), terletak di Desa Ungah-unggahan, Trowulan, sebelah Timur kolam Segaranyang saat ini hanya tinggal reruntuhan candi yang terbuat dari bahan batu andesit, sebuah bahan bangunan candi yang tidak lazim dipergunakan pada candi-candi di kawasan Trowulan, yang sebagian besar mempergunakan bahan dasar batu bata merah.

Dari lokasi reruntuhan candi ini telah ditemukan sebuah arca Garudha, namun oleh masyarakat setempat dan berita-berita tradisi disebutkan sebagai arca Menak-Jinggo. Ditilik dari motif dan model ragam hias pada relief-relief candi yang masih tersisa, terlihat jelas bahwa candi tersebut adalah peninggalan kerajaan Majapahit.

Pada tahun 1977, pernah dilakukan upaya penggalian percobaan dan dilanjutkan sejak tahun 2007 yang diasumsikan memerlukan waktu beberapa tahun untuk dapat menyelesaikannya.


  1. Candi Rimbi

Candi Rimbi

Letak :

Desa Pulosari, Kec Bareng, Kab Jombang.


Candi Rimbi secara administratif terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang. Lokasi candi ini berada di pinggir jalan raya Bareng – Wonosalam, sehingga keberadaanya dapat dilihat secara jelas oleh pengguna jalan. Dari Jombang, Candi Rimbi dapat dijangkau dengan beberapa alternatif rute. Rute I sebagai berikut: Jombang – Diwek – pertigaan Cukir ke kiri (arah Mojowarno) – Mojowarno – Bareng( arah Wonosalam) – Pulosari. Rute II sebagai berikut: Jombang – Peterongan – Mojoagung – Mojowarno – Bareng (arah Wonosalam) – Pulosari.

Artikel Terkait:  Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi Rimbi menghadap ke arah barat. Kondisinya saat ini telah runtuh, tinggal menyisakan bagian kaki candi dan separuh tubuh candi. Atap candi telah hilang sama sekali. Bangunan yang masih ada sekarang memiliki ukuran panjang 13.24 m, lebar 9.10 m, dan tinggi 12 meter.


  1. Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang

Gapura Wringin Lawang adalah sebuah gapura peninggalan kerajaan Majapahit abad ke-14 yang berada di Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Bangunan ini terletak tak jauh ke selatan dari jalan utama di Jatipasar. Dalam bahasa Jawa, Wringin Lawang berarti ‘Pintu Beringin’.

Gapura agung ini terbuat dari bahan bata merah dengan luas dasar 13 x 11 meter dan tinggi 15,5 meter. Diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Gerbang ini lazim disebut bergaya candi bentar atau tipe gerbang terbelah. Gaya arsitektur seperti ini diduga muncul pada era Majapahit dan kini banyak ditemukan dalam arsitektur Bali.


  1. Candi Kedaton

Candi Kedaton

Sampai saat ini, Candi Kedaton masih dalam tahap renovasi karena bentuk dan wujudnya masih dalam misteri yang sulit dipecahkan oleh para ahli sejarah. Pada komplek bangunan Candi Kedaton ini terdapat beberapa bangunan yang berupa candi, sumur upas, lorong rahasia, mulut gua dan juga terdapat makam Islam.

Sampai saat ini masih diupayaan untuk memecahkan bentuk dan misteri yang ada pada Candi Kedaton. Namun informasi yang berkembang mengarah pada bahwa Candi Kedaton merupakan candi yang berada di daerah kompleks ibukota Majapahit pada masa Majapahit akhir.


  1. Candi Grinting

Candi Grinting

Candi ini sesuai dengan namanya, Candi Grinting terletak di lokasi dusun Grinting, Desa Karang Jeruk, Kecamatan Jatirejo. Sejauh ini, keberadaan Candi Grinting belum banyak masyarakat awam yang mengetahuinya. Informasi terkait bentuk dan kontruksi bangunan Candi Grinting juga belum begitu banyak. Yang ada hanyalah sisa bangunan Candi yang berupa fondasi yang ditemukan oleh oembuat batu bata.


Daftar Pustaka:

  1. Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang 14 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit, Letak, Fungsi & Gambar

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: