Bentuk-Bentuk Akomodasi dan Contohnya

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang “Akomodasi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Bentuk Akomodasi: Pengertian Berbagai Bidang, Tujuan dan Contoh

Pengertian Akomodasi

Akomodasi merupakan suatu cara guna menyelesaikan permasalahan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga pihak lawan tersebut tidak kehilangan kepribadiannya.

Pengertian lain dari akomodasi merupakan salah satu bagian dari bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif. Proses sosial asosiatif merupakan proses sosial yang menuju terbentuknya integrasi sosial atau persatuan dan mendorong terbentuknya pranata.


Pengertian Akomodasi dalam Berbagai Bidang

Berikut dibawah ini terdapat beberapa pengertian akomodasi dalam berbagai bidang, antara lain:


1. Pengertian Akomodasi Dalam Pariwisata

Akomodasi dalam pariwisata Akomodasi merupakan sebuah tempat seperti motel, hotel, kamar, villa, bangunan rumah atau jenis penginapan lainnya, yang dijadikan hunian sementara oleh seseorang atau lebih, di saat bepergian, liburan, berwisata, atau sebagainya.


2. Pengertian Akomodasi Dalam Psikologi

Akomodasi Dalam Psikologi merupakan sebagai proses yang menggambarkan perilaku setiap manusia denganserta struktur mentalnya mengalami proses modifikasi, yang bertujuan agar mampu melakukan penyesuaian diri atau beradaptasi dengan lingkungan atau keadaan baru.


3. Pengertian Akomodasi Dalam Kesehatan

Akomodasi Dalam Kesehatan merupakan adalah sebuah proses kemampuan daya optik otot-otot siliaris mata yang beradaptasi terhadap objek penglihatan dengan merubah panjang fokus lensa mata, agar mendapatkan fokus terhadap citra objek yang dekat atau jauh secara jelas pada retina mata.

Artikel Terkait:  Ciri Masyarakat: Pengertian, Fungsi, Unsur dan Proses

4. Pengertian Akomodasi Dalam Kesehatan

Akomodasi Dalam Kesehatan merupakan proses penyesuaian cara berkomunikasi seseorang dengan lawan bicaranya, untuk bisa berkomunikasi dengan lebih baik.


5. Pengertian Akomodasi Dalam Pendidikan

Akomodasi Dalam Pendidikan merupakan sebuah teknik pelayanan pendidikan khusus yang diperuntukan bagi orang-orang yang berkebutuhan khusus. Akomodasi ini lebih kepada tools, alat, metodologi, atau pendekatan yang dipakai dalam pelayanan pendidikan. Teknik akomodasi menjadi lebih populer di kalangan pendidikan setelah diperkenalkannya pendidikan inklusif.


Tujuan Akomodasi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa tujuan akomodasi, antara lain:

  1. Akomodasi dapat mengurangi pertentangan atau perselisihan antara satu orang dengan orang lain ataupun kelompok manusia dikarenakan perbedaan paham.
  2. Mencegah meledaknya pertentangan tersebut untuk sementara waktu.
  3. Memungkinkan terjadinya kerja sama antar kelompok satu dengan yang lainnya yang mana hidupnya terpisah karena budaya.
  4. Dapat melebur kelompok sosial yang terpisah.

Tidak selamanya pelaksanaan akomodasi dapat berhasil sepenuhnya. Agar tercipta stabilitas di berbagai bidang, perlu adanya benih-benih pertentangan pada bidang lainnya yang masih tertinggal, yang sebelumnya belum diperhitungkan oleh berbagai usaha akomodasi terdahulu. Benih-benih pertentangan tersebut bersifat laten (seperti prasangka kepada seseorang) yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan adanya pertentangan yang baru.

Di dalam keadaan yang seperti itu, penting ada di dalam proses akomodasi untuk memperkuat sikap dan cita-cita serta kebiasaan di masa lalu yang sudah terbukti dapat mengurangi berbagai bibit pertentangan. Akomodasi untuk beberapa pihak tertentu dirasakan sangat menguntungkan, sebaliknya akomodasi dapat menekan pihak lain karena adanya campur tangannya dari kekuasaan tertentu di masyarakat.


Bentuk-Bentuk Akomodasi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa bentuk-bentuk akomodasi, antara lain:


  1. Koersi (Coercion)

Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. Hal ini terjadi disebabkan karena salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah sekali bila dibandingkan dengan pihak lawan.

Artikel Terkait:  Pengertian Stratifikasi Sosial, Ciri, Sifat, Unsur dan Jenis

Contohnya: adanya majikan dan pembantu, dimana pembantu tersebut dijadikan budak dengan upah yang minimum, si pembantu tidak berani meminta kenaikan uang, karena majikan yang galak (perbudakan), penjajahan.

Kemudian koersi secara psikologis adalah, tekanan yang diberikan kepada para rentenir atau debt collector kepada para peminjam dana.


  1. Kompromi (Compromize)

Kompromi yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada. Sikap untuk dapat melaksanakan compromise adalah sikap untuk bersedia merasakan dan mengerti keadaan pihak lain.

Contohnya: kompromi antara sejumlah partai politik untuk berbagi kekuasaan sesuai dengan suara yang diperoleh masing-masing. Lolosnya seorang tahanan atau terdakwa dari meja hijau (dakwaan).


  1. Arbitrasi (Arbitration)

Arbitrasi  yaitu meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berkedudukannya lebih dari pihak-pihak yang bertikai.

Contohnya: konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.


  1. Mediasi (Mediation)

Cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang netral. Pihak ketiga ini hanyalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai yang sifatnya hanya sebagai penasihat. Sehingga pihak ketiga ini tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan-keputusan penyelesaian yang mengikat secara formal.

Contoh kasus ini, adalah penyelesaian sengketa tanah yang dibawa ke kepala desa, mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Finlandia dalam penyelesaian konflik antara pemerintah Indonesia dengan GAM. Kemudian, baru – baru ini, kasus KPK dengan Polisi yang meminta bantuan Presiden untuk memberi saran guna untuk menyelesaikan konflik tersebut.


  1. Konsiliasi (Conciliation)

Suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.

Contohnya: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-perbedaan sehingga dicapai kesepakatan bersama, konsultasi antara pengusaha dengan KPP mengenai Pajak yang tertunda, guru dengan siswa mengenai nilai atau tugas.

Artikel Terkait:  Pengertian Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

  1. Toleransi (Tolerance)

Sering juga dinamakan toleran-participation yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal, akomodasi yang dilandasi sikap saling menghormati kepentingan sesama sehingga perselisihan dapat dicegah atau tidak terjadi. Dalam hal ini, toleransi timbul karena adanya kesadaran masingmasing individu yang tidak direncanakan..

Contohnya: beberapa orang atau kelompok menyadari akan pihak lain dalam rangka menghindari pertikaian. Adanya tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari kekurangan diri sendiri masing-masing, penghormatan perbedaan hari raya keagamaan baik antar seagama maupun beda agama. Menghormati orang lain karena aliran agama yang berbeda.


  1. Pengadilan (Adjuction)

Suatu bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan. merupakan bentuk penyelesaian perkara atau perselisihan di pengadilan oleh lembaga negara melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Contohnya: penyelesaian kasus sengketa tanah di pengadilan, Kasus perceraian, kasus pembunuhan, kasus pencurian, dan lain-lainnya.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sosiologi Tentang Bentuk-Bentuk Akomodasi dan Contohnya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: