Efek Rumah Kaca

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Efek Rumah Kaca“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Penyebab-Efek-Rumah-Kaca

Pengertian Efek Rumah Kaca

Istilah efek rumah kaca dalam bahasa inggris disebut green house efect, pada awalnya berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah beriklim sedang yang memanfaatkan rumah kaca untuk menanam dan menyimpan sayur mayur dan bunga-bungaan di musim dingin.

Para petani tersebut menggunakan rumah kaca karena sifat kaca yang mudah menyerap panas dan sulit melepas panas, di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi dari pada di luar rumah kaca, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas berupa gelombang sinar infra merah, tetapi gelombang panas tersebut terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak bercampur dengan udara dingin di luar ruangan.

Dari situlah istilah efek rumah kaca muncul, bumi diibaratkan sebagai tanaman, dan kaca sebagai atmosfer bumi, dimana atmosfer ini befungsi untuk menjaga suhu bumi agar tetap hangat walaupun di musim dingin.

Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat  menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup.

Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -18C, suhu yang terlalu rendah bagi sebagian besar makhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi dengan adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 33C lebih tinggi , yaitu 15C, suhu ini sesuai bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup.

Jadi, Efek Rumah Kaca adalah terjadinya suatu proses pemanasan pada permukaan dari suatu benda yang berada di langit yang terjadi dan disebabkan oleh adanya komposisi serta keadaan lingkar atmosfernya tersebut, contohnya adalah planet-planet, satelit buatan indonesia yang berterbangan diangkasa dan sebagainya yang menghimpun di angkasa raya. bisa kita rasakan saat ini betapa bumi sudah menjadi terasa amat panas sekali dan juga mengakibatkan terjadinya tenaga eksogen dan endogen di bumi.


Gas Rumah Kaca

Berikut ini terdapat beberapa gas rumah kaca, yaitu sebagai berikut:


  1. Uap air

Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktivitas manusia tidak secara langsung mempengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal.


  1. Karbondioksida

Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian.


  1. Metana

Metana yang merupakan komponen utama gas alam juga termasuk gas rumah kaca.Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi dan transportasi batu bara,gas alam, dan minyak bumi.

Artikel Terkait:  Materi Hutan Mangrove

Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat keluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutamasapi, sebagai produk samping dari pencernaan.Sejak permulaan revolusi industri pada pertengahan 1700-an, jumlah metana di atmosfer telah meningkat satu setengah kali lipat.


  1. Nitrogen Oksida

Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat kuat.Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Nitrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida. Konsentrasi gas ini telah meningkat 16 persen bila dibandingkan masa pre-industri.


  1. Gas Lainnya

Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses manufaktur. Campuran berflourinasi dihasilkan dari peleburan alumunium. Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan (furniture), dan temoat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC) sebagai media pendingin yang selain mampu menahan panas atmosfer juga mengurangi lapisan ozon (lapisan yang melindungi bumi dari radiasiultraviolet).


Proses Efek Rumah Kaca

Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Kurang lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer.

Sisanya yang 70% diserap oleh tanah, laut, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya. Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas.

Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbondioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi dihangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya. Efek penghangatan ini dikenal sebagai efek rumah kaca.


Penyebab Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya (CH4) (Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) dan SF6 (Sulphur hexafluoride) di atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Gas rumah kaca dapat dihasilkan baik secara alamiah maupun dari hasil kegiatan manusia. Namun sebagian besar yang menyebabkan terjadi perubahan komposisi gas rumah kaca di atmosfer adalah gas-gas buang yang teremisikan keangkasa sebagai hasil dari aktifitas manusia untuk membangun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini.

Aktifitas-aktifitas yang menghasilkan gas rumah kaca diantarnya dari kegiatan perindustrian, penyediaan energi listrik, transportasi dan hal lain yang bersifat membakar suatu bahan. Sedangkan dari peristiwa secara alam juga menghasilkan atau mengeluarkan gas rumah kaca seperti dari letusan gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, peternakan hingga kita bernafaspun mengeluarkan gas rumah kaca. Selain itu aktifitas manusia dalam alih guna lahan juga mengemisikan gas rumah kaca.

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan efek rumah kaca, yaitu sebagai berikut:


  • Penggundulan Hutan

Salah satu penyebab efek rumah kaca adalah penggundulan hutan yang memicu peningkatan jumlah karbondioksida di atmosfer. Penggundulan hutan menyebabkan tidak terdapat tumbuhan yang menyerap karbondioksida yang digunakan dalam proses fotosintesis. Penggundulan hutan  terjadi akibat kebutuhan lahan untuk perumahan, pertanian, pertanian, dan berbagai macam infrastruktur yang terus meningkat.


  • Bahan Bakar Fosil

Gas rumah kaca juga bisa dilepas ke atmosfer karena pembakaran bahan bakar fosilseperti minyak bumi , batu bara, dan gas.Dan hasil pembakaran bahan bakar fosil berperan terhadap penambahan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.

Artikel Terkait:  Pergerakan Lempeng Transform Membentuk Muka Bumi

Sebagai contoh, pembakaran pada kendaraan bermotor yang mengonsusmi bahan bakar sebanyak 7.8 liter per 1000 km dan menemuh jarak 16.000 km, maka setiap tahunnyaakan mengemisikan 3 ton karbonsioklsida ke udara.

Sumber-sumber emisi karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, sebagai berikut :

  1. 36 % dari industri energi (pembangkit lisstrik atau kilang minyak)
  2. 27% dari sector transportasi
  3. 21% dari sekitar industry
  4. 15% dari sector rumah tangga dan jasa
  5. 1% dari factor lain-lain

  • Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara

Pembangkit listrik ini membuang energy dua kali lipat dari energy yang dihasilkan. Semisal, enegi yang di gunakan 100 unit sementara energy yang dihasilkan 35 unit. Maka, energi yang terbuang adalah 65 unit. Setiap 1000 megawatt yang dihasilkan sari pembangkit listrik bertenaga bat bara akan mengemisikan 5.6 juta ton karbondioksida pertahun.

Disamping itu, peralatan listrik juga memicu peningkatan efek rumah kaca karena mengandung gas CFC. Gas CFC yang menumpuk di atmosfer menyebabkan panas bumi yang seharusnya dipantulkan kembali ke atmosfer terhalang dan memantul kembali ke bumi sehingga terjadi peningkatan suhu bumi.

Contoh peralatan listrik pengahsil gas rumah kaca adalah lemari es, AC, aerosol yang terdapat pada penyemprot seperti yang biasa kita gunakan sehari-hari dalam bentuk parfum, dll.


  • Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan pemicu tidak langsung dan salah satu penyebab utama efek rumah kaca.


Dampak Efek Rumah Kaca

Berikut ini terdapat beberapa dampak efek rumah kaca, yaitu sebagai berikut:


1. Dampak Positif Efek Rumah Kaca

Berikut ini terdapat beberapa dampak positif efek rumah kaca, yaitu sebagai berikut:


  1. Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat  menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -18C, suhu yang terlalu rendah bagi sebagian besar makhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi dengan adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 33C lebih tinggi , yaitu 15C, suhu  ini sesuai bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup.
  2. Dengan adanya efek rumah kaca membuat manusia menjadi berhati-hati dan berhemat terhadap penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan listrik.
  3. Dengan adanya efek rumah kaca manusia menjadi sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting sekali bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan dan menghasilkan oksigen. Maka reboisasi kembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan.

2. Dampak Negatif Efek Rumah Kaca

Berikut ini terdapat beberapa dampak negatif efek rumah kaca, yaitu sebagai berikut:


  • Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.
  • Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.
  • Efek rumah kaca menjadi penyebab global warming dan perubahan iklim. Iklim di bumi menjadi tak menentu dan susah diprediksikan, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.

Cara Mengatasi Efek Rumah Kaca

Berikut ini terdapat beberapa cara mengatasi efek rumah kaca, yaitu sebagai berikut:


  1. Penggunaan Alat Listrik

Pembangkit listrik merupakan penyumbang emisi yang besar karena masih menggunakan bahan bakar fosil untuk prosesnya. Sekitar 27% pembangkit listrik di Jawa-bali menggunakan batubara, batubara sendiri adalah bahan bakar yang paling kotor karena mengeluarkan emisi paling besar. Perlu diketahui juga, listrik menyumbang 26 % total emisi yang dihasilkan di Indonesia, antara lain:

  • Menghemat penggunaan Listrik antara pukul 17.00 sampai 22.00.
  • Memadamkan listrik jika sedang tidak digunakan. Karena pada kondisi  standby, alat elektronik masih mengalirkan listrik sebesar 5 watt. Kabel dari barang elektronik akan  lebih  baik  jika  dilepas  dari stop kontak bila sudah tidak digunakan.
  • Menggunakan lampu hemat energi (CFL) dan lampu sensor cahaya untuk lampu taman, sehingga lampu akan hidup dan mati secara otomatis tergantung cahaya matahari. Memanfaatkan cahaya matahari untuk penerangan di dalam ruangan di pagi dan siang hari. Selain menghemat listrik juga dapat menurunkan emisi penyebab pemanasan global.
Artikel Terkait:  Pengertian Hidrosfer

  1. Penggunaan Kendaraan Bermotor

Berikut ini terdapat beberapa penggunaan kendaraan bermotor, yaitu sebagai berikut:

  • Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
  • Mendukung petani local. Dengan membeli produk-produk lokal, maka sama halnya dengan menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi yang digunakan dan dihasilkan dari kendaraan yang digunakan untuk mengangkut produk dari luar kota dan luar negeri. Selain itu juga, produk lokal tidak kalah kualitas dan desainnya dibandingkan produk impor. Semakin banyak membeli makanan impor, maka semakin besar kontribusi emisi CO2.
  • Memperbaiki kualitas kendaraan, melakukan uji emisi dan merawat kendaraan bermotor dengan baik.

  1. Go Green

Untuk mengatasi pengurangan polusi udara pada di atmosfer, maka dapat dilakukan juga penanaman tanaman. Penanaman tanaman dapat berupa pohon dapat dilakukan di halaman dan tempat-tempat yang banyak menghasilkan polusi udara, seperti di pinggir-pinggir jalan. Selain itu juga, melakukan reboisasi pada gunung-gunung yang gundul dan membuat taman-taman di perkotaan atau biasa disebut dengan taman kota.

Penting dilakukan upaya pengendalian keakaran hutan-hutan dan lahan, pengelolaan system jaringan dan tata air, rehabilitasi hutan dan lahan, pemberantasan pempembalakan liar, pencegahan deforestasi, dan pemberdayaaan masyarakat.


  1. Pengelolaan Sampah

Untuk mengatasi masalah sampah, yang dapat dilakukan adalah :

  • Mengurangi penggunaan sampah
  • Memisahkan antara sampah organik dengan sampah non organik.
  • Menghemat penggunaan kertas. Mengurangi penggunaan tisu
  • Membuat kompos

  1. Beradaptasi dengan Dampak Efek Rumah Kaca

Dengan cuaca yang tidak menentu merupakan salah satu dampak efek rumah kaca.Mulai saat ini selalu siap sedia jas hujan, payung dan sepatu bot untuk bepergian.

Bahaya efek rumah kaca mungkin sudah tidak dapat dihindari lagi.Namun, jika upaya-upaya sederhana di atas dilakukan oleh semua masyarakat secara bersama-sama dan terus-menerus, maka dampak dari efek rumah kaca dapat dikurangi.


  1. Tidak Diperbolehkan Menggunakan CFC

Cara lain untuk mengurangi pengaruh negatif dampak rumah kaca dan pemanasan global adalah dilarangnya penyemprotan menggunakan CFC.

Cara ini dapat diganti dengan penyemprot biasa yang tidak membahayakan kelangsungan makhluk hidup, dan hal yang paling penting tidak merusak lingkungan. Pelarangan penggunaan CFC berfungsi melindungi lapisan ozon yang berpengaruh pada dampak rumah kaca.


Gambar Efek Rumah Kaca

Berikut dibawah ini contoh gambar efek rumah kaca, yaitu sebagai berikut:

Gambar-Efek-Rumah-Kaca


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Penyebab Efek Rumah Kaca: Pengertian, Proses, Dampak, Cara & Gambar

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: