Indeks Harga: Pengertian, Ciri, Fungsi, Macam dan Metode

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Indeks Harga“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Indeks Harga: Pengertian, Ciri, Fungsi, Macam dan Metode

Pengertian Indeks Harga

Indeks Harga merupakan suatu rasio yang pada biasa disebutkan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel pada suatu waktu tertentu ataupun lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya.


Ciri-Ciri Indeks Harga

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri indeks harga, antara lain:

  1. Indeks harga digunakan sebagai standar perbandingan harga dari waktu ke waktu.
  2. Penetapan indeks harga didasarkan pada oleh yang relevan.
  3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan dari populasi.
  4. Indeks harga dihitung dengan berdasarkan waktu yang memiliki kondisi ekonomi yang stabil.
  5. Perhitungan indeks harga dengan cara menggunakan metode yang sesuai dan tepat.
  6. Perhitungan indeks harga dapat dilakukan dengan melalui cara membagi harga tahun akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar lalu dikali 100.

Fungsi Indeks Harga

Berikut ini terdapat beberapa fungsi indeks harga, antara lain:

  • Sebagai dasar dalam membuat kebijakan ekonomi
  • Sebagai dasar untuk menentukan kebijakan harga
  • Sebagai alat untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi
  • Sebagai alat untuk menyelidiki faktor-faktor yang mendorong
  • Indeks harga dapat dipakai para pedagang dalam menentukan harga jual produk
  • Sebagai dasar untuk menentukan jumlah persediaan
  • Sebagai dasar penentuan jumlah gaji atau upah karyawan
  • Sebagai dasar untuk penentuan yang diterima dan dibayar petani
  • sebagai dasar pertimbangan dalam kegiatan jual beli saham
  • IHK dan indeks biaya hidup dapat menentukan besarnya gaji

Manfaat Indeks Harga

Berikut ini terdapat beberapa manfaat indeks harga, antara lain:

  • Untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga komoditas mengenai daya beli konsumen
  • Untuk dijadikan indikator ekonomi untuk mengetahui tingkat inflasi
  • Untuk mengethaui fase kenaikan pendapatan masyarakat
  • Untuk dijadikan ukuran besarnya biaya produksi yang dikeluarkan
  • Untuk digunakan untuk mengetahui daya beli nilai mata uang

Macam-Macam Indeks Harga

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam indeks harga, antara lain:


1. Indeks Harga Produsen (IHP)

Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu. Misalnya, berdasarkan fluktuasi harga hasil pertanian di pedesaan. Tujuannya antara lain untuk menilai kesejahteraan petani dilihat dari nilai tukar hasil pertanian.

Artikel Terkait:  Pengertian Pasar Keuangan

2. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

Indeks Harga perdagangan besar (IHPB) adalah indeks yang menggambarkan pergerakan harga dari komoditi-komoditi yang diperdagangkan di suatu daerah. Dengan kata lain, IHPB adalah indeks harga yang yang mengukur perubahan harga yang terjadi pada bahan mentah dan barang jadi di pasar. Badan pusat statistik (BPS) menjelaskan bahwa IHPB menggambarkan besaran perubahan harga pada tingkat perdagangan besar dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu wilayah dan IHPB berguna untuk melihat perkembangan perekonomian secara nasional.


3. Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks harga konsumen (IHK) adalah indeks yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga. Dengan kata lain, IHK adalah indeks yang mengukur perubahan-perubahan yang terjadi pada harga eceran barang dan jasa yang diminta konsumen dari waktu ke waktu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan harga dari sejumlah barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.


Peran Indeks Harga Bagi Konsumen

Berikut ini terdapat beberapa peran indeks harga bagi konsumen, antara lain:

  1. Indeks harga adalah suatu petunjuk atau sebuah barometer dari kondisi ekonomi umum.
  2. Indeks harga umum adalah pedoman untuk berbagai kebijakan dan administrasi perusahaan.
  3. Indeks harga dapat dipakai untuk deflator, pengaruh perubahan harga dapat dihilangkan melalui cara membagi nilai tertentu dengan indeks harga yang lebih sesuai. Proses tersebut dinamakan deflasi dan pembaginya dinamakan deflator.
  4. Indeks harga dapat dipergunakan untuk pedoman bagi pembelian berbagai jenis barang. Maksudnya adalah harga barang yang dibeli dapat untuk dibandingkan dengan indeks harga eceran atau grosir supaya dapat diukur efisiensi dalam pembelian suatu barang yang bersangkutan.
  5. Indeks harga barang-barang konsumsi ialah pedoman dalam mengatur gaji buruh atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat inflasi.

Tujuan Perhitungan Indeks Harga

Berikut ini terdapat beberapa tujuan perhitungan indeks harga, antara lain:

  • Indeks harga umum adalah pedoman untuk berbagai kebijakan dan administrasi perusahaan.
  • Indeks harga dapat dipakai untuk deflator, pengaruh perubahan harga dapat dihilangkan melalui cara membagi nilai tertentu dengan indeks harga yang lebih sesuai. Proses tersebut dinamakan deflasi dan pembaginya dinamakan deflator.
  • Indeks harga dapat dipergunakan untuk pedoman bagi pembelian berbagai jenis barang. Maksudnya adalah harga barang yang dibeli dapat untuk dibandingkan dengan indeks harga eceran atau grosir supaya dapat diukur efisiensi dalam pembelian suatu barang yang bersangkutan.
  • Indeks harga barang-barang konsumsi ialah pedoman dalam mengatur gaji buruh atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat inflasi.

Metode Perhitungan Indeks Harga

Berikut ini terdapat beberapa metode perhitungan indeks harga, antara lain:


A. Indeks Harga Tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana

Angka indeks yang dimaksud dalam penghitungan indeks harga tidak tertimbang meliputi indeks harga, kuantitas, dan nilai. Marilah kita simak pembahasannya masing-masing.

1) Angka indeks harga (price = P)

Angka indeks harga

Keterangan:
IA = indeks harga yang tidak ditimbang
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar

Contoh:

Artikel Terkait:  Pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional, Tujuan, Manfaat dan Bentuknya
Contoh

Berdasarkan data di atas, maka angka indeks harga tahun 2004 adalah:

IA = 1.500/1.300 x 100 = 115,38%

Jadi, harga tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 15,38%.

 

2) Angka indeks kuantitas (quantity = Q)

Angka indeks kuantitas

Keterangan:
IA = indeks kuantitas yang tidak ditimbang
Qn = kuantitas yang akan dihitung angka indeksnya
Qo = kuantitas pada tahun dasar

Contoh:

Contoh 1

Berdasarkan data di atas, maka angka indeks kuantitas tahun 2004 adalah:

IA = 1000/800 x 100 = 125%

Jadi, pada tahun 2004 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 25%.

3) Angka indeks nilai (value = V)

Angka indeks nilai

Keterangan:
IA = angka indeks nilai
Vn = nilai yang dihitung angka indeksnya
Vo = nilai pada tahun dasar

Penghitungan angka indeks dengan metode agregatifsederhana mempunyai kebaikan karena bersifat sederhana, sehingga mudah cara menghitungnya. Akan tetapi, metode ini mempunyai kelemahan yaitu apabila terjadi perubahan kuantitas satuan barang, maka angka indeksnya juga akan berubah.


B. Angka Indeks Tertimbang

Penghitungan angka indeks tertimbang dapat kamu lakukan dengan beberapa metode. Simaklah penjelasannya masing-masing pada pembahasan berikut ini:


1) Metode agregatif sederhana

Angka indeks tertimbang dengan metode agregatif sederhana dapat dihitung dengan rumus seperti di bawah ini.

Metode agregatif sederhana

Keterangan:
IA = indeks harga yang ditimbang

Pn = nilai yang dihitung angka indeksnya

Po = harga pada tahun dasar

W = faktor penimbang

Contoh penghitungan angka indeks harga dapat kamu lihat pada tabel berikut.

 

Contoh 2

Berdasarkan data di atas, maka angka indeks harga tahun 2004 dapat dihitung dengan cara:

angka indeks harga 2004

Jadi, pada tahun 2004 terjadi kenaikan harga 10,61%.


2) Metode Laspeyres

Angka indeks Laspeyres adalah angka indeks yang ditimbang dengan faktor penimbangnya kuantitas tahun dasar (Qo).

Metode Laspeyres

Keterangan:

IL = angka indeks Laspeyres

Pn = harga tahun yang dihitung angka indeksnya

Po = harga pada tahun dasar

Qo = kuantitas pada tahun dasar

Untuk lebih jelasnya tetang penghitungan angka indeks Laspeyres, perhatikan contoh di bawah ini.

Contoh 3

Berdasarkan data di atas, maka indeks Laspeyres dapat dihitung sebagai berikut.

IL = 210.000/200.000 x 100 = 105%

Berarti terjadi kenaikan harga sebesar 5% pada tahun 2004.


3) Metode Paasche

Angka indeks Paasche adalah angka indeks yang tertimbang dengan faktor penimbang kuantitas tahun n (tahun yang dihitung angka indeksnya) atau Qn.

Metode Paasche

Keterangan:

IP = angka indeks Paasche

Pn = harga tahun yang dihitung angka indeksnya

Po = harga pada tahun dasar

Qn = kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya

Berikut adalah contoh penghitungan angka indeks tertimbang dengan metode Paasche.

Contoh 4

Berdasarkan data di atas, maka indeks Paasche dapat dihitung sebagai berikut.

IP = 242.500/240.000 x 100 = 101,04%

Artikel Terkait:  Makalah Perdagangan Internasional

Berarti terjadi kenaikan harga sebesar 1,04% pada tahun 2004.

Dari Metode Laspeyres dan Metode Paasche terdapat suatu kelemahan sebagai berikut.

  • Angka indeks Laspeyres mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan lebih besar (over estimate), karena pada umumnya harga barang cenderung naik, sehingga kuantitas barang yang diminta mengalami penurunan. Dengan demikian besarnya Qo akan lebih besar daripada Qn.
  • Angka indeks Paasche mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan cenderung lebih rendah (under estimate), karena dengan naiknya harga akan menyebabkan permintaan turun, sehingga Qn lebih kecil daripada Qo.

Untuk menghilangkan kelemahan tersebut dilakukan dengan cara mengintegrasikan angka indeks tersebut, yaitu dengan menggunakan metode angka indeks Drobisch and Bowley.


4) Metode Drobisch and Bowley

Angka indeks tertimbang dengan Metode Drobisch and Bowley dapat dirumuskan sebagai berikut.

Metode Drobisch and Bowley

Keterangan:

D = angka indeks Drobisch

IL = angka indeks Laspeyres

IP = angka indeks Paasche

Contoh soal
:
Berdasarkan penghitungan angka indeks Laspeyres dan Paasche, pada soal di atas dapat dihitung besarnya indeks Drobisch sebagai berikut.

Contoh Soal metode Laspeyres dan Paasche

Berarti terdapat kenaikan harga 3,02% pada tahun 2004.


5) Metode Irving Fisher

Penghitungan angka indeks dengan Metode Irving Fisher merupakan angka indeks yang ideal. Irving Fisher menghitung indeks kompromi dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks Laspeyres dan indeks Paasche.

 

Metode Irving Fisher

Berdasarkan penghitungan angka indeks Laspeyres dan Paasche, maka dapat dihitung besarnya indeks Irving Fisher sebagai berikut.

indeks Irving Fisher

Berarti terdapat kenaikan harga 3,00% pada tahun 2004.


6) Metode Marshal Edgewarth

Menurut metode ini, angka indeks ditimbang dihitung dengan cara menggabungkan kuantitas tahun dasar dan kuantitas tahun n, kemudian mengalikannya dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun n.

Angka indeks Marshal Edgewarth dapat dirumuskan sebagai berikut.

Metode Marshal Edgewarth

Untuk lebih jelasnya, perhatikan data pada tabel di bawah ini agar kamu dapat mencari angka indeks Marshal Edgewarth.

Contoh 5

Berdasarkan data di atas, maka angka indeks Marshal Edgewarth dapat dihitung sebagai berikut:

indeks Marshal Edgewarth


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Indeks Harga: Pengertian, Ciri, Fungsi, Macam dan Metode

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: