Pengertian Koperasi Sekolah

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Koperasi Sekolah“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian Koperasi Sekolah

Pengertian Koperasi Sekolah

Sejak tahun 1975 telah dikeluarkan keputusan bersarma Menteri Perdagangan dan Koperasi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 9/KpbIXII/79 dan Nomor 282 a/P/1979 tentang pendirian perkoperasian sekolah, universitas dan lain-lain lembaga pendidikan di lingkungan departemen pendidikan dan kebudayaan.

Koperasi Sekolah adalah koperasi yang didirikan oleh para siswa sebagai tempat pendidikan dan latihan berkoperasi di sekolah. Koperasi Sekolah tidak berbentuk badan hokum, tetapi mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi dari Kanto Departemen Koperasi.


Ciri-Ciri Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri dari koperasi sekolah, antara lain:

  1. Koperasi sekolah didirikan dalam rangka kegiatan belajar mengajar para siswa sekolah.
  2. Anggotanya adalah kalangan siswa/murid sekolah Yang bersangkutan.
  3. Karena pendirian koperasi mi ada kaitannya dengan belajar mengajar, maka tidak disyaratkan menjadi badan hukum.
  4. Berfungsi sebagai laboratorium pengajaran koperasi di sekolah.

Fungsi Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa fungsi koperasi sekolah, yaitu sebagai  berikut:

  • Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan   sekolah.
  • Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa.
  • Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat.
  • Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah

Tujuan Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa tujuan koperasi sekolah, antara lain:

  1. Mendidik, menanamkan, dan memeljhara suatu kesadaran hidup bergotong-royong dan setia kawan serta jiwa demokratis di antan para siswa.
  2. Memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semanb erkoperasi dikalangan para siswa
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoper dikalangan anggota yang berguna bagi para siswa untuk be. terjun di masyarakat
  4. Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.
  5. Membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pembagian kegiatan usaha.
Artikel Terkait:  Pengertian Permintaan

Jenis-Jenis Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis kopersi sekolah, yaitu sebagai berikut:

  1. Koperasi Simpan Pinjam (KSP), adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota.Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”
  2. Koperasi Serba Usaha (KSU), adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.
  3. Koperasi Konsumsi, adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
  4. Koperasi produksi, adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama.Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.

Struktur Organisasi Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa struktur organisasi koperasi sekolah, yaitu sebagai  berikut:


  • Rapat Anggota Koperasi Sekolah

Rapat anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi di dalam koperasi sekolah. Rapat anggota diadakan paling sedikit setahun sekali.

Di dalam rapat anggota ditetapkan hal-hal berikut ini:

  1. Anggaran dasar.
  2. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi.
  3. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus, dan pengawas.
  4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta pengesahan laporan keuangan.
  5. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
  6. Pembagian sisa hasil usaha.
  7. Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.

  • Pengurus Koperasi Sekolah

Ketentuan kepengurusan koperasi sekolah sebagai berikut:

  1. Koperasi sekolah dipimpin oleh pengurus dari kalangan anggota koperasi sekolah yang dipilih rapat anggota
  2. Umumnya bendahara dan pengawas dipilih dari kalangan siswa/ murid anggota koperasi
  3. Pengawas dan bendahara bertanggung jawab kepada pimpinan/ kepala sekolah
Artikel Terkait:  Pengertian Ekspor dan Impor

Pengurus koperasi sekolah terdiri atas :

  1. Para siswa anggota koperasi
  2. Jumlah anggota atau pengurus 5 orang dan sekurang-kurangnya 3 orang
  3. Kepala sekolah dapat menunjuk beberapa orang guru untuk ikut serta menjadi pengurus koperasi sekolah, dengan ketentuan sebanyak-banyaknya sepertiga dari jumlah anggota pengurus yang dipilih oleh para anggota.

  • Pengawas Koperasi Sekolah

Pengawas pada koperasi sekolah dipilih oleh dan dari anggota dalam rapat anggota. Pengawas koperasi sekolah dapat ditunjuk dari kalangan guru ataupun pihak-pihak lain yang bersedia menjalankan perannya. Tugas dan wewenang serta tanggung jawab pengawas sama dengan pengawas koperasi pada umumnya.

Berikut ini tugas pengawas koperasi sekolah, antara lain:

  1. Mengawasi usaha pengelolaan koperasi sekolah.
  2. Menyampaikan laporan hasil pengawasannya kepada rapat anggota.

Berikut ini kekhususan pengawas, antara lain:

  • Apabila tidak mungkin dipilih pengawas yang berasal dari anggota koperasi sekolah, baik seluruhnya maupun sebagian, maka dengan persetujuan kepala sekolah dapat diangkat seorang guru sebagai badan pemeriksa.
  • Pengawas yang berasal dari guru atau pengajar melaksanakan fungsi pembinaan, pengawasan organisasi, dan keuangan koperasi sekolah.
  • Guru sebagai pemeriksa bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan rapat anggota.

Peran Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa peran koperasi sekolah, yaitu sebagai berikut:

  1. Menunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan-kegiatan praktis guna mencapai kebutuhan ekonomis di kalangan siswa.
  2. Mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan dan jiwa demokratis pada siswa.
  3. Sebagai tempat memperdalam pengetahuan berkoperasi.
  4. Sebagai tempat untuk melatih keterampilan berkoperasi seperti praktik pembukuan atau akuntansi, praktik administrasi, praktik tata niaga, dan lain-lain.
  5. Memenuhi kebutuhan ekonomi para siswa, misalnya penyediaan alat tulis menulis, baju, seragam, makanan, dan sebagainya.

Prinsip Koperasi Sekolah

Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperas sekolah, yaitu:

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  • Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi)
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoprasian
  • kerjasama antar koperasi
Artikel Terkait:  Pengertian Saham Menurut Para Ahli, Jenis, Manfaat, Resiko dan Harga

Contoh Koperasi Sekolah

Berikut ini terdapat beberapa contoh koperasi sekolah, yaitu sebagai berikut;


  1. Unit Usaha Simpan Pinjam

Bidang usaha simpan pinjam diselenggarakan koperasi sekolah dengan tujuan membantu para anggota dalam mengatasi masalah keuangan dan mendidik siswa untuk belajar hidup hemat.


  1. Unit Usaha Toko

Bidang usaha toko menjual berbagai keperluan siswa, seperti alat tulis, buku pelajaran, makanan, dan atribut sekolah. Bimbingan dan pengawasan guru sangat dibutuhkan untuk kelangsungan unit usaha tersebut. Pengelolaan koperasi sekolah biasanya dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal piket para siswa.


  1. Unit Kafetaria/Kantin Sekolah

Usaha kafetaria biasanya dilakukan sendiri oleh anggota koperasi, para guru, atau dengan menjalin kerja sama dengan para produsen makanan atau minuman ringan.


  1. Unit Usaha Pelayanan/Jasa

Selain memberikan dan menyediakan kebutuhan berupa barang. Unit usaha koperasi juga menyediakan pelayanan/jasa-jasa. Pelayanan tersebut antara lain dalam bentuk jasa fotokopi, wartel, dan kursus-kursus.


Daftar Pustaka:

  1. Firmansya Herlian dan  kawan-kawan. 2013. Advanced Learning Economics 1. Bandung : Grafindo Media Pratama.    

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Koperasi Sekolah: Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Jenis, Struktur, Peran, Prinsip & Contoh

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: