Masyarakat Nomaden adalah

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Masyarakat Nomaden“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Masyarakat Nomaden adalah

Pengertian Masyarakat Nomaden

Masyarakat Nomaden adalah berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Kehidupan masyarakat pra aksara sangat bergantung kepada alam. Bahkan, kehidupan mereka tak ubahnya seperti kelompok hewan karena bergantung pada apa yang disediakan alam. Apa yang mereka makan adalah bahan makanan apa yang disediakan alam.

Buah-buahan, umbi-umbian, atau dedaunan yang mereka makan tinggal memetik dari pepohonan atau menggali dari tanah. Mereka tidak pernah menanam atau mengolah pertanian. Apabila mereka ingin makan ikan, maka mereka tinggal menangkap ikan di sungai, waduk, atau tempat-tempat lain, di mana ikan dapat hidup. Apabila mereka ingin makan daging, maka mereka tinggal berburu untuk menangkap binatang buruannya. Adapun cara menangkap ikan atau binatang buruannya, tentu berbeda dengan yang kita lakukan sekarang.

Berdasarkan pola kehidupan nomaden tersebut, maka masa kehidupan masyarakat pra aksara sering disebut sebagai ‘masa mengumpulkan bahan makanan dan berburu’. Jika bahan makanan yang akan dikumpulkan telah habis, mereka kemudian berpindah ke tempat lain yang banyak menyediakan bahan makanan. Di samping itu, tujuan perpindahan mereka adalah untuk menangkap binatang buruannya. Kehidupan semacam itu berlangsung dalam waktu yang lama dan berlangsung secara terus menerus. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memikirkan rumah sebagai tempat tinggal yang tetap.

Mereka tinggal di alam terbuka seperti hutan, di bawah pohon, di tepi sungai, di gunung, di gua, dan di lembah-lembah. Pada waktu itu, lingkungan alam belum stabil dan masih liar atau ganas. Oleh karena itu, setiap orang harus berhati-hati terhadap setiap ancaman yang dapat muncul secara tiba-tiba. Ancaman yang paling membahayakan adalah binatang buas. merupakan musuh utama manusia dalam hidup dan kehidupannya.

Artikel Terkait:  Materi Perang Dingin Kelas 12

Berkaitan dengan kehidupan yang kurang aman, maka untuk menuju ke suatu tempat, mereka biasanya mereka mem memilih jalan dengan menelusuri sungai. Perjalanan melalui sungai dipandang lebih mudah dan aman dari pada melalui daratan (hutan) yang sangat berbahaya. Sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, akhirnya timbul pemikiran untuk membuat rakit-rakit sebagai alat transportasi. Bahkan dalam perkembangannya, masyarakat pra aksara mampu membuat perahu sebagai sarana transportasi melalui sungai.

Pada masa nomaden, masyarakat pra aksara telah mengenal kehidupan berkelompok. Jumlah anggota dari setiap kelompok sekitar 10-15 orang. Bahkan, untuk mempermudah hidup dan kehidupannya, mereka telah mampu membuat alat-alat perlengkapan dari batu dan kayu, meskipun bentuknya masih sangat kasar dan sederhana.


Ciri-Ciri Masyarakat Nomaden

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri masyarakat nomaden, antara lain sebagai berikut:


  1. Selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain,
  2. Sangat bergantung pada alam,
  3. Belum mengolah bahan makanan,
  4. Hidup dari hasil mengumpulkan bahan makanan dan berburu,
  5. Belum memiliki tempat tinggal yang tetap,
  6. Peralatan hidup masih sangat sederhana dan terbuat dari batu atau kayu.
  7. Peralatan hidup untuk mencari makan dan untuk mempertahankan diri masih sebatas alat yang terbuat dari batu dan kayu. Bahan makana yang mereka kumpulkan dapat berupa buah-buahan, umbi-umbian, dan dedaunan. Mereka belum mengenal cara bertani atau bercocok tanam.

Selain makanan dari tumbuhan, mereka juga makan daging dari perburuan baik dari ikan maupun hewan. Mereka belum bisa atau berpikiran untuk memelihara hewan ternak atau ikan. Mereka belum memiliki tempat tinggal yang tetap karena hidup mereka yang berpindah-pindah ketika makanan ditempat tersebut habis, maka mereka pergi ke tampat lain yang masih memiliki sumber makanan dan tempat perburuan yang banyak.

Artikel Terkait:  Tokoh-Tokoh Sejarah Pada Masa Islam Indonesia

Mereka juga masih tinggal di dalam goa-goa.Mereka hidup secara berkelompok antara 10 orang hingga 15 orang yang hidup secara bersama-sama. Makan dan berburu bersama. Alat yang mereka gunakan untuk berburu dan mempertahankan diri adalah alat dari batu yang tajam dan dari kayu.

Masa berburu dan mengumpulkan makanan ( food gathering and hunting period) adalah masa dimana cara manusia purba mengumpulkan makanan-makanan yang dibutuhkan mereka untuk bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan yang tersedia dari alam (sungai, danau, laut, dan hutan- hutan yang ada di sekitar tempat bermukim mereka pada saat itu).

Mereka hidup dengan cara berpindah pindah (nomaden).Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, sungai memiliki peran yang penting, yaitu dengan cara menyusuri  sungai mereka bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari makanan. Namun, pada masa ini belum dikenal alat pelayaran sungai.

Masa Berburu dan Mengumpulkan makanan terjadi pada masa Paleolithikum (zaman batu tua), yang berbarengan dengan kala Pleistosen yang terjadi sejak 2 juta tahun yang lalu. Masa berburu dan mengumpulkan makanan berlangsung selama 600.000 tahun Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan mereka belum mengenal cara memasak makanan, karena mereka belum mengenal bagaimana menggunakan periuk belanga, yang dibuktikan dari peninggalan-peninggalan mereka.

Untuk memasak makanan diperlukan api, namun kita belum mengetahui dengan pasti sejak kapan manusia praksara mulai menggunakan api dalam kehidupannya. Api mula-mula dikenal dari gejala alam,  misalnya  percikan  gunung berapi, kebakaran hutan yang kering ditimbulkan oleh  halilintar  atau  nyala api yang bersumber dari dalam bumi, karena mengandung gas.

Secara  lambat laun mereka dapat menyalakan api dengan cara menggosokkan batu dengan batu yang mengandung unsur besi, sehingga menimbulkan percikan api. Percikan-percikan api ditampung dengan semacam lumut kering, sehingga terjadi bara api.

Artikel Terkait:  Perlawanan Banten Terhadap VOC

Dalam masa prasejarah Indonesia, corak kehidupan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering) dibagi menjadi dua masa, yaitu :

  1. Masa berburu dan mengumpulkan atau meramu makanan tingkat
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Masyarakat Nomaden adalah – Pengertian Beserta Ciri-Cirinya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: