Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Asal Usul dan Persebaran“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Berikut ini terdapat 4 asal usul dan persebaran nenek moyang bangsa indonesia, antara lain:


1. Porto Melayu

Porto Melayu diyakini sebagai nenek moyang orang Melayu polinesia yang terbesar dari Madagaskar sampai pulau-pulau paling timur di pasifik. Mereka diperikarakan datang dari Cina bagian selatan. Ras Melayu ini mempunyai ciri-ciri rambut lurus, kulit kuning kecoklatan-coklatan, dan bermata sipit. Dari Cina bagian selatan [yuna] mereka berimigasi ke Indonina dan Siam, kemudian ke kepulauan Indonesia.

Mereka itu mula-mula menepati pantai-pantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan SUlawesi Barat. Ras porto Melayu membawa peradaban batu kepulauan Indonesia. Ketika datang para imigran baru, yaitu Deuteru Melayu [Ras Melayu Muda] mereka berpindah masuk ke pedalaman dan mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat hunianya. Ras prorto Melayu itu pun kemudian mendesak keberadaan penduduk asli. Kehidupan di dalam hutan-hutan menjadikan mereka terisolasi dari dunia luar, sehingga memudarkan peradaban mereka. Penduduk asli dan ras proto melayu itu pun kemudian melembur.

Mereka itu kemudian menjadi suku bangsa Batak, Dayak Toraja, Alas, dan Gayo. Kehidupan mereka yang terisolasi itu menyebabkan ras proto melayu sedikit mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu maupun Islam kikemudian hari. Para ras proto Melayu itu kelakmendapat pengaruh Kristen sejak mereka mengenal para penginjil yang masuk ke wilayah mereka untuk memperkenalkan agama Kristen dan pradaban baru dalam kehidupan mereka.

Persebaran suku bangsa Dayak hingga ke Filipina Selatan, Serawak, dam Malaka menunjukan rute perpindahan mereka dari kepulauan Indonesia. Sementara suku bangsa batak yang mengambil rute ke barat menyusuri pantai-pantai Buruma dan Malak Barat. Beberapa kesamaan bahasa yang digunakan oleh suku bangsa karen di Burma banyak mengandung kemiripan dengan bahasa Batak.

Artikel Terkait:  Sejarah Singkat Kerajaan Sriwijaya

2. Deutero Melayu

Deutero Melayu merupakan ras yang datang dari Indocina bagian utara. Mereka membawa budaya baru berupa perkakas dan senjata besi di kepulauan Indonesia, atau kebudayaan Dongsong. Mereka seringkalai disebut juga orang-orang Dongsong. Paradaban mereka lebih tinggi dari pada ras proto Melayu. Mereka dapat membuat perkakas dari perunggu.

Paradaban mereka ditandai dengan keakhilan mengerjakan logam dengan sempurna. Perpindahan mereka ke pulauan Indonesia dapat dilihat dari rute persebaran alat-alat mereka tinggalkan di beberapa kepulauan di Indonesia, yaitu berupa kapak persegi panjang. Paradaban ini dapat dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, jawa, dan Nusa tenggara timur.

Dalam bidang pengolahan tanah mereka mempunyai kemempuan untuk membuat irigasi pada tanah-tanah pertanian dahulu. Ras Deutero Melayu juga mempunyai peradaban pelayaran lebih maju dari pendahulunya karena petualang mereka sebagai pelaut dibantu dengan penguasan mereka terhadap ilmu perbintangan.

Perpindahan Ras Deutero Melayu juga menggunakan jalur pelayaran laut. Sebagai dari ras Deutero Melayu ada yang mecapai kepulauan jepang, bahkan kelak ada yang hingga sampai Madagaskar.

Kedatangan ras Deutero Melayu di kepulaun Indonesia makin lama semankin banyak. Mereka pun kemudian berpindah mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat hunian baru. Pada akhirnya proto dan Deutero Melayu membaur dan selanjutnya menjadi penduduk kepulauan Indonesia.

Pada masa selanjutnya mereka sulit untuk dibedakan. Proto Melayu meliputi penduduk di Gayo dan Alas di Sumatra bagian utara, serta Toraja di Sulawesi. Sementara itu, semua penduduk di kepilauan Indonesia, kecuali penduduk papua yang tinggal di sekitar pulau-pulau papu, adalah ras Deutero Melayu.


3. Melanesoid

Ras lainterdapat di kepulaan Indonesia adalah ras Melanesoid. Mereka tersebar di lautan pasifik di pulau-pulau yang letaknya sebelah Timur irian dan Benua Australia. Di kepulauan Indonesia mereka tinggal di papua barat, Ambon, maluku utara, dan Nusa tenggara timur. Bersama dengan papua-Nugini dan Bismarck, Solomon, New Caledonia dan Fiji, Vanuatu, mereka tergolong rumpun Melanesoid.

Artikel Terkait:  Sejarah Berdirinya Kerajaan Tidore

Pada mulanya kedatangan Bangsa Melanesoid di kepulauan Indonesia berawal saat zaman es terakhir, yaitu tahun 70.000 SM. Pada saat itu kepulauan Indonesia belum berpenghuni. Ketika suhu turun hingga mencapai kedinginan maksimal, air laut menjadi beku.

Permukaan laut menjadi lebih rendah 100 m dibandingkan permukaan saat ini. Pada saat itulah muncul pulau-pulau baru. Adanya pulau-pulau itu memudahkan makhluk hidup berpindh dari Asia menuju kawasan Oseania.

Bangsa Melanesoid melakukan perpindahan ke timur hingga ke papua, selanjutnya ke benua Australia, yang sebelumnya merupakan satu kepulauan yang tehubung dengan papua. Bangsa Melanesoid saat itu hingga mencapai 100 ribu jiwa meliputi wilayah papua da Australia. Peradaban bangsa Melanesoid dikenal dengan paleolitikum.

Pada saat masa es berakhir dan air laut mulai nail lagi pada tahun 5000 S.M. Kepulauan papua dan Benua Australia terpisah seperti yang dapat kita lihat saat ini. Pada saat itu jumlah penduduk mencapai 0,25 juta dan pada tahun 500 S.M. mencapai 0,5 juta jiwa.

Asal mula bangsa Melanesia, yaitu proto Melanesia merupakan penduduk pribumidi jawa. Mereka adalah manusia Wajak yang terbesar ke timur dan menduduki papua, seblum zaman es berakhir dan sebelum kenaikan permukaan laut yang terjadi pada saat itu. Di papua manusia Wajak hidup berkelompok-kelompok kecil di sepanjang muara-muara sungai. Mereka hidup dengan menagkap ikan di sungai dan meramu tumbuh-tumbuhan serta akar-akaran, serta berburu di hutan belukar.

Tempat tinggal mereka berupa perkampungan-perkampungan yang terbuat dari bahan-bahan yang ringan. Rumah-rumah itu sebenarnya hanya berupa kemah atau tadah angin, yang sering didirikan menempel pada dinding gua yang besar. Kemah-kemah dan tadah angin itu hanya digunakan sebagai tempat untuk tidur dan berlindung, sedangkan aktivitas lainya dilakukan di luar rumah.

Artikel Terkait:  Latar Belakang Berdirinya PBB

Bangsa proto Melanesoid terus terdesak oleh bangsa Melayu mereka yang belum sempat mencapai kepulauan papua melakukan pencampuran dengan ras baru itu. Percampuran bangsa Melayu dengan Melanesoid menghasilkan keturunan Malanesoid-Melayu saat ini mereka merupakan penduduk Nusa Tenggara Timur dan Maluku.


4. Negrito dan Weddid

Sebelum kedatangan kelompok-kelompok Melayu tua dan muda, negeri kita sudah terlebih dahulu kemasukan orang-orang Negrito dan Weddid. Sebutan Negrito diberikan oleh orang-orang Spanyol karena mereka jumpai itu berkulit hitam mirip dengan jenis-jenis Negro. Sejauh mana kelompok Negrito itu bertailan darah dengan jenis-jenis Negro yang terdapat di Afrika serta kepulauan Melanesia [pasifik], demikian pula bagaimana sejarah perpindahan mereka, belum banyak diketahui dengan pasti.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: