Lapisan Atmosfer dan Fungsinya

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Atmosfer“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

7-Lapisan-Atmosfer

Pengertian Atmosfer

Atmosfer taerdiri dari kata atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti bola. Atmosfer adalah bulatan udara yang membungkus bola bumi. Atmosfer termasuk bagian bumi. Karena pengaruh gaya berat, maka atmosfer berputar atau berotasi bersama-sama bumi setiap hari, serta beredar mengelilingi matahari setiap tahun (berevolusi).

Tebal atmosfer mancapai kurang lebih 1.000 km. Semakin tinggi lapisan udara, tekanannya semakin rendah. Untuk mengetahui komposisi gas yang terkandung dalam atmosfer secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar lebih dari 1000 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan. Seperti pada penamaan sebagian besar benda lainnya, setiap lapisan dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap.

Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.

No.

Unsur kimia

Lambang

Volume (%)

1

Netrogen / zat lemas

N2

78.08

2

Oksigen / zat pembakar

O2

20.95

3

Argon

Ar

0.93

4

Asam arang

CO2

0.03

5

Neon

Ne

0.0018

6

Helium

He

0.00015

7

Kripton

Kr

0.00011

8

Xenon

Xe

0.00005

9

Nitrous oksida

N2O

0.00005

10

Hidrogen

H2

0.00005


Fungsi Atmosfer

Setiap kali menghirup udara, manusia diingatkan bahwa tidak dapat hidup tanpa udara. Udara bersih adalah kebutuhan fisik manusia yang merupakan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Atmosfer membuat suhu bumi sesuai untuk kehidupan manusia.

Adanya efek rumah kaca di atmosfer, sinar matahari yang masuk ke bumi dapat diserap dan menghangatkan udara. Suhu rata-rata di permukaan bumi naik 33°C lebih tinggi menjadi 15°C dari seandainya tidak ada efek rumah kaca (-18°C), suhu yang terlalu dingin bagi kehidupan mnusia. Efek rumah kaca disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.

Atmosfer berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya.

Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270°C di bawah nol. Selain atmosfer, sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet ini.

Radiasi yang terus-menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Apabila sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Bumi memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi.

Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius tetapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar Bumi, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.


Peranan Atmosfer

Atmosfer memegang peranan penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi, dengan pertimbangan sebagai berikut.

  1. Dalam atmosfer terkandung berbagai gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, misalnya Oksigen (O2). Planet lain yang tidak beratmosfer tidak memiliki kehidupan seperti halnya dibumi.
  2. Panas matahari menghangatkan permukaan bumi sepanjang hari. Namun, jumlah sinar yang berlebihan berbahaya bagi kehidupan di bumi. Atmosfer ( melalui gas ozon) memperkecil jumlah cahaya matahari yang sampai ke bumi.
  3. Atmosfer menjerat panas sehingga lebih lambat kembali keruang angkasa, sehingga memperkecil perubahan suhu antara siang dan malam serta mengurangi dinginnya udara malam.
  4. Atmosfer melindungi bumi dari kejatuhan mereor dan benda-benda angkasa lain yang membahayakan, sehingga menjadi tempat paling aman bagi makhluk hidup untuk tinggal.

Komposisi Atmosfer

Atmosfer tersusun atas gas-gas utama, berupa nitrogen (N2), oksigen (O2), argon (Ar), dan karbon dioksida (CO2). Nitrogen memiliki jumlah terbesar yang mencapai kurang lebih 78%. Gas ini berperan penting bagi pertumbuhan tanaman. Oksigen dihasilkan terutama melaui proses

Artikel Terkait:  Pengertian Banjir, Jenis, Penyebab, Akibat dan Caranya

fotosintesis tumbuhan hijau daun. Karbon dioksida secara alami dihasilkan dari pernafasan makhluk hidup (manusia dan hewan), dan dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis.

Beberapa gas lain dengan volume lebih kecil adalah neon, helium, hidrogen, kripton, methane, xenon, radon, serta ozon.meskipun jumlahnya sedikit, gas-gas itu memberi pengaruh bagi atmosfer.hidrogen( H2) yang berasal dari penguapan berbagai perairan dipermukaan bumi, berperan dalam menjaga kestabilan suhu dan membentuk formasi awan hujan. Ozon (O3) berperan dalam menyerap radiasi sinar ultra violet matahari sehingga tidak lagi berbahaya karena jumlahnya sudah berkurang ketika sampai kepermukaan bumi.


Lapisan Atmosfer

Lapisan-Atmosfer

Berikut ini terdapat beberapa lapisan atmosfer dan fungsinya, yaitu sebagai berikut:


  • Troposfer (0-12 km d.p.l.)

Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian 0 – 20 km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer rata-rata ± 13 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80°C. Daerah sedang ketinggian lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C, sedangkan di daerah kutub ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur rata-rata 46°C. Lapisan troposfer ini pengaruhnya sangat besar sekali terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi.

Lapisan ini selain terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini. Ciri khas yang terjadi pada lapisan troposfer adalah suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C.

Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause yang menjadi batas antara troposfer dan stratosfer.Suhu (temperatur) udara di lapisan ini relatif konstan atau tetap, walaupan ada pertambahan ketinggian, yaitu berkisar antara -55°C sampai -60°C.Ketebalan lapisan tropopause ± 2 km.

Pada   lapisan   ini,   hampir   semua   jenis   cuaca,   perubahan   suhu   yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban udara yang kita rasakan sehari-hariterjadi. Ketinggian  yang  paling  rendah  adalah  bagian  yang  paling  hangat  dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Pada troposfer ini terdapat gas-gas rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Troposfer terdiri atas:

  1. Lapisan  planetair : 0-1 km
  2. Lapisan  konveksi : 1-18 km
  3. Lapisan tropopause : 18-20 km.

Tropopause merupakan lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan stratosfer yang temperatunya relatif konstan. Pada lapisan tropopause kegiatan udara secara vertikal terhenti.Pada lapisan ini segala macam bentuk cuaca, suhu, kelembaban, tekanan dan angin yang kita rasakan berlangsung. Ciri-ciri lapisan troposfer adalah sebegai berikut:

  • Pada lapisan ini terjadi peristiwa-peristiwa cuaca, seperti: awan, hujan, petir, angin.
  • Semakin tinggi tempatnya, semakin berkurang suhunya.
  • Kurang lebih 80% dari seluruh massa gas terdapat pada lapisan ini.
  • Puncak lapisan troposfer terdapat lapisan peralihan yang di sebut tropopause.

Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.


  • Stratosfer (12-50 km d.p.l.)

Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer.Stratosfer terletak pada ketinggian antara 20 – 60 km dari permukaan bumi. Lapisan ini ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian dari permukaan bumi. Kenaikan suhu udara berdasarkan ketinggian mulai terhenti, yaitu pada puncak lapisan stratosfer yang disebut stratopause dengan suhu udara sekitar 0°C.

Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer.Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 50 – 60 km dari permukaan bumi.Stratosfer terdiri atas tiga lapisan yaitu, lapisan isotermis, lapisan panas dan lapisan campuran teratas.

Umumnya suhu (temperatur) udara pada lapisan stratosfer sampai ketinggian 20 km tetap.Lapisan ini disebut dengan lapisan isotermis.Lapisan isotermis merupakan lapisan paling bawah dari stratosfer.Setelah lapisan isotermis, berikutnya terjadi peningkatan suhu (temperatur) hingga ketinggian ± 45 km.

Kenaikan temperatur pada lapisan ini disebabkan oleh adanya lapisan ozon yang menyerap sinar ultra violet yang dipancarkan sinar matahari.lapisan stratosfer ini tidak ada lagi uap air, awan ataupun debu atmosfer, dan biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan cuaca.

Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu – 70°F atau sekitar – 57°C. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang cukup signifikan.

Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18°C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.

Artikel Terkait:  Konsep Wilayah Dan Perwilayahan

Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari.Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan.Ozon berwarna biru pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3).Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan dapat ditemukan di lapisan stratosfer yaitu lapisan awan yang terletak antara 15 hingga 35 km dari permukaan bumi.

Lapisan ozon sangat penting karena ozon menyerap radiasi ultra violet (UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke permukaan bumi.Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UV-B dan ia merusak hampir semua kehidupan. Adanya penyerapan radiasi UV-B sebelum sinar UV sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan.

Ciri-ciri lapisan stratosfer adalah sebagai berikut:

  1. Pada ketinggian diatas 30 km, terbentuk lapisan ozon (O3) adalah lapisan-lapisan yang melindungi troposfer dan permikaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari yang berlebihan (penyaringan sinar radiasi ultraviolet matahari).
  2. Pada lapisan ini terjadi invers suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan naiknya ketinggian. Suhu rata-rata mencapai max.sekitar 57C.
  3. Terdapat lapisan antara yang di sebut stratopause.

  • Mesosfer (50-80 km d.p.l.)

Mesosfer adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang dengan pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat. Mesosfer terletak pada ketinggian antara 60 – 85 km dari permukaan bumi.Lapisan ini merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya. Udara yang terdapat di sini akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi biasanya terbakar di lapisan ini.

Lapisan mesosfer ini ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Penurunan suhu (temperatur) udara ini disebabkan karena mesosfer memiliki kesetimbangan radioaktif yang negatif.Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C.Bahkan di puncak mesosfer yang disebut mesopause, yaitu lapisan batas antara mesosfer dengan lapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai sekitar -100°C.

Ciri-ciri lapisan mesosfer adalah sebagai beikut:

  1. Suhu semakin berkurang pada ketinggian 55 km.
  2. Merupakan tempat terbakarnya meteor-meteor hingga terurai dan jatuh ke permukaan bumi.
  3. Terdapat lapisan antara yang disebut mesopause, di mana pada lapisan ini terjadi refleksi(pemantulan) gelombang radio dengan ketinggian 50-90 km di atas permukaan bumiyang disebut dengan lapisan D, dipancarkan dari bumi untuk kemudian diterima oleh tempat-tempat lainnya.

  • Thermosfer (80-450 km d.p.l.)

Termosfer adalah lapisan udara keempat, peralihan dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 85 km. Termosfer terletak pada ketinggian antara 85 – 690 km dari permukaan bumi.Lapisan termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer.

Lapisan ini merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek.Disebut dengan termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 19820°C.Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu.

Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.

Ciri-ciri lapisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Pada lapisan ini terjadi invers suhu sangat tajam akibat penyerapan radiasi sinar X dan ultraviolet yang dipancarkan matahari.
  2. Pada ketinggian 90-120 km di atas permukaan bumi, terjadi ionisasi di lapisan E yang disebabkan oleh sinar X dari matahari, terdiri dari nitrogen dan eksgen.
  3. Pada lapisan F pada ketinggian 150-300 km lebih terjadi ionisasi karena sinar ultraviolet dari cahaya matahari banyak mengandung ionitrigen.
  4. Lapisan ionosfer sangat berguna untuk telekomunikasi karena lapisan ini dapat memantulkan gelombang-gelombang radio yang berfrekuensi lebih tinggi, misalnya gelombang yang dipancarkan oleh stasiun pemancar televisi ke bumi dan diterima keseluruh dunia.

  • Eksosfer (450-900 km d.p.l.)

Eksosfer adalah batas terluar atmosfer yang menbentang dan menyatu dg angkasa luar. Karena itu lapisan ini sering disebut lapisan antarplanet.

Beberapa fenomena pada lapisan ini adalah :

  1. Gas pada lapisan ini sangat tipis, dengan hidrogen sebagai penyusun utama. Sinar ultraviolet juga mengisi lapisan ini.
  2. Pada lapisan ini, atom-atom netral dan molekul-molekul bergerak bebas. Ada yang bergerak kembali ke daerah pengaruh gravitasi bumi, ada pula yang bergerak menunggalkan atmosfer ke ruang angkasa.
  3. Pada lapisan ini terdapat cahaya redup, dikenal sebagai cahaya zodiakal,merupakan refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik yang sangat banyak jumlahnya.

Lapisan Atmosfer Berdasarkan Kondisi Gasnya

Berikut ini terdapat beberapa lapisan atmosfer berdasarkan kondisi gasnya, yaitu sebagai berikut:


  • Lapisan Ozon

Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 20-35 km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.

Artikel Terkait:  Efek Rumah Kaca

Lapisan ozon ditemukan pada tahun 1913 oleh fisikawan Prancis Charles Fabry dan Henri Buisson. Pengukuran sinar matahari menunjukkan bahwa radiasi yang dikirim keluar dari permukaannya dan mencapai tanah di Bumi biasanya sesuai dengan spektrum benda hitam dengan suhu di kisaran 5’500-6’000 K (5’277 sampai 5’727 °C), kecuali bahwa tidak ada radiasi di bawah panjang gelombang sekitar 310 nm pada akhir spektrum ultraviolet. Disimpulkan bahwa radiasi yang hilang diserap oleh sesuatu di atmosfer.

Akhirnya spektrum radiasi yang hilang hanya cocok untuk satu kimiawi, ozon. Sifat-sifatnya dieksplorasi secara rinci oleh ahli meteorologi Inggris G. M. B. Dobson, yang mengembangkan spektrofotometer sederhana (yang dapat digunakan untuk mengukur ozon stratosfer dari tanah. Antara 1928 dan 1958, Dobson mendirikan jaringan stasiun pemantauan ozon di seluruh dunia, yang terus beroperasi sampai hari ini. “Satuan Dobson”, ukuran yang mudah digunakan dari bagian teratas ozon, dinamai untuk menghormatinya.

Lapisan ozon menyerap 97 sampai 99 persen frekuensi menengah sinar ultraviolet Matahari (panjang gelombang dari sekitar 200 nm hingga 315 nm), yang sebaliknya berpotensi merusak kehidupan yang terpapar di dekat permukaan.


  • Lapisan Ionosfer

Ionosfer adalah bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari. Lapisan ini berperan penting bagi keelektrikan atmosferdan membentuk batas dalam lapisan magnetosfer. Fungsi utamanya, di antara fungsi-fungsi yang dimilikinya, adalah mempengaruhi rambatan radio ke tempat-tempat yang jauh di muka bumi.

Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan udara ionosfer ini, maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebut Meteorit.

Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini. Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfer Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juga disebut lapisan ionosfer.

Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu:

  1. Lapisan ozon Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan ozon. mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara di sini berkisar – 70 °C sampai +50 °C .
  2. Lapisan udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton.
  3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200 °C .

Manfaat Lapisan Atmosfer

Pengaruh terbesar bagi manusia dan kehidupan yang lain adalah lapisan dari lapisan atmosfer. pada lapisan inilah cuaca selalu berubah. Dalam atmosfer terdapat beberapa gejala alam seperti hujan, angin, dan pasir serta beberapa parameter lain seperti suhu, kelembahan, dan tekanan udara.

Atmosfer mempunyai peranan dalam kehidupan di permukaan bumi antara lain :

  1. Melindungi bumi dari jatuhnya benda angkasa seperti meteor, komet, dll.
  2. Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap bermanfaat untuk kehidupan.
  3. Memantulkan gelombang radio
  4. Membantu menjaga stabilitas suhu udara pada siang hari
  5. Menyerap radiasi dan sinar bagi manusia dan makhluk hidup bumi lainya
  6. Menciptakan cuaca, berupa hujan dan salju sehingga terjadilah musim panas dan musim dingin
  7. Sarana berlangsungnya proses pembakaran, tanpa udara kita tidak dapat menyalakan api, bernafas, dan sebagainya.
  8. Selain itu gas-gas yang ada di atmosfer mempunyai peran masing-masing antara lain :
  • Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman
  • oksigen untuk bernafas
  • Karbondioksida untuk fotosintesis
  • Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari

Daftar Pustaka:

  1. Lukman, Rinaldi. Dkk. 2006. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Bekasi: PT Galaxy Puspa Mega (Anggota IKAPI).
  2. Wikipedia

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 7 Lapisan Atmosfer: Pengertian, Fungsi, Peranan, Komposisi, Ciri dan Manfaat

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: