Pengertian Etnis

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang “Etnis“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Karakteristik-Etnis

Pengertian Etnis

Etnis atau suku adalah suatu kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan yang lain berdasarkan akar dan identitas kebudayaan, terutama bahasa. Dengan kata lain etnis adalah kelompok manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas tadi sering kali dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Dari pendapat diatas dapat dilihat bahwa etnis ditentukan oleh adanya kesadaran kelompok, pengakuan akan kesatuan kebudayaan dan juga persamaan asal-usul. pengertian etnis mungkin mencakup dari warna kulit sampai asal ususl acuan kepercayaan, status kelompok minoritas, kelas stratafikasi, keanggotaan politik bahkan program belajar.

Kelompok etnis adalah kelompok yang diakui oleh masyarakat dan oleh kelompok etnis sebagai suatu kelompok tersendiri, namun ciri pengenalannya dapat berupa bahasa, agama, wilayah kediaman dan kebangsaan. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa diartikan sebagai kesatuan-kesatuan manusia atau kolektifitas yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran itu sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.


Pengertian Etnis Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian etnis menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:


  1. Menurut Fredrick Barth

Etnis adalah himpunan manusia karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa ataupun kombinasi dari kategori tersebut yang terikat pada sistem nilai budaya.


  1. Menurut Hassan Shadily MA

Suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.


  1. Menurut Ensiklopedi Indonesia

Etnis berarti kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota suatu kelompok etnik memiliki kesamaan dalam hal sejarah keturunan, bahasa baik yang digunakan ataupun tidak, sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.

Artikel Terkait:  Materi Stratifikasi Sosial

  1. Menurut Perspektif Teori Situasional

Etnis merupakan hasil dari adanya pengaruh yang berasal dari luar kelompok. Salah satu faktor luar yang sangat berpengaruh terhadap etnisitas adalah kolonialisme, yang demi kepentingan administratif pemerintah kolonial telah mengkotak-kotakkan warga jajahan ke dalam kelompok-kelompok etnik dan ras. Untuk seterusnya sisa warisan kolonial itu terus dipakai sampai sekarang.


Karakteristik Etnis

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik etnis, yaitu sebagai berikut :

  • Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh desa atau lebih.
  • Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa.
  • Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politikal administrasi.
  • Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri.
  • Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografis yang merupakan kesatuan daerah secara fisik.
  • Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi.
  • Kesatuan masyarakat dengan pendudukan yang mengalami suatu pengalaman sejarah yang sama
  • Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya satu dengan yang lain merta tinggi
  • Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam.

Struktur Etnis

Berikut ini terdapat beberapa struktur etnis, yaitu sebagai berikut :

  1. Inti dari sebuah kelompok etnis, yang ditandai dengan hidup kompak di daerah tertentu.
  2. Peripherals adalah bagian dari kelompok yang secara geografis terpisah dari inti.
  3. Diaspora ini adalah bagian dari populasi yang secara geografis, termasuk, mungkin diperlukan wilayah masyarakat etnis lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mendengar bahwa status hanya merupakan kehormatan atau prestise. Tapi dalam hal ini, status bukan merupakan suatu kehormatan atau  prestise semata. Status meliputi beragam posisi atau kedudukan seseorang yang dijalankan di masyarakat. Terdapat dua macam status yang ada di masyarakat yaitu  achieved statuess dan  ascribed statuses.

Artikel Terkait:  Materi Mobilitas Sosial

Achieved statuses  merupakan status social yang diperoleh karena usaha orang tersebut atau dapat dikatakan peraihan suatu posisi yang didapat dari prestasi. Sedangkan Ascribed statuses merupakan status social yang diperoleh sejak lahir, artinya status social ini tidak dapat dipilih atau si individu tidak bisa memilih suatu status yang akan ia peroleh.


Identitas Etnis

Ada beberapa alasan yang orang tertentu dapat dikaitkan dengan kelompok etnis tertentu.Perlu dicatat bahwa karakteristik ini sendiri anggota masyarakat menganggap mereka penting, mereka adalah dasar dari identitas mereka. Berikut adalah kelompok etnis utama:

  1. Hubungan darah dan perkawinan (fitur ini sudah dianggap agak ketinggalan jaman)
  2. Sejarah umum asal dan pengembangan
  3. Dasar teritorial, yang mengikat area spesifik, wilayah
  4. Bahasa umum
  5. Karakteristik budaya dan tradisi.

Jenis-Jenis Etnis

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis etnis, yaitu sebagai berikut :

  • Rod, yaitu tidak lain, sebagai sebuah komunitas dekat kerabat darah. Suku – beberapa genera, yang dihubungkan oleh tradisi umum, agama, sekte atau dialek umum.
  • Nasionalisme, yaitu kelompok etnis tertentu, yang dibentuk secara historis dan bersatu dengan satu bahasa, budaya, iman, dan wilayah umum.
  • Bangsa, yaitu bentuk tertinggi dari komunitas etnis, yang ditandai dengan umum wilayah, bahasa, budaya dan pengembangan hubungan ekonomi.

Masalah yang Ditimbulkan oleh Etnis

Masalah masalah atau konflik konflik yang dapat ditimbulkan oleh etnis adalah sebagai berikut :

  1. jika dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.
  2. jika warga suatu suku bangsa mencoba memasukkan unsur-unsur dari kebudayaan kepada warga dari suatu suku bangsa lain.
  3. jika warga satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya terhadap warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama.
  4. jika warga satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa secara politis.
  5. potensi konflik terpendam dalam hubungan antar suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
  6. Konflik Merupakan suatu proses disosiatif yang memecah kesatuan di dalam masyarakat. Meskipun demikian konflik tidak selamanya negatif, adakalanya dapat menguatkan ikatan dan integrasi.
  7. Integrasi Adalah dibangunnya interdependensi yang lebih rapat dan erat antara bagian-bagian dari organisme hidup atau antara anggota-anggota di dalam masyarakat sehingga menjadi penyatuan hubungan yang diangap harmonis.
  8. Disintegrasi Disebut pula disorganisasi, merupakan suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu kesatuan. Agar masyarakat dapat berfungsi sebagai organisasi harus ada keserasian antar bagian-bagian.
  9. Reintegrasi Disebut juga reorganisasi, dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai-nilai baru telas melembaga dalam diri warga masyarakat.
Artikel Terkait:  Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh

Daftar Pustaka:

  1. Nasikun. (2006). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  2. Ram, Aminuddin. (1999). Sosiologi. Jakarta: Erlangga

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Karakteristik Etnis: Pengertian Menurut Para Ahli, Struktur, Identitas, Jenis dan Masalah

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: