Pengertian Pelapukan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Pelapukan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian Pelapukan

Pengertian Pelapukan

Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi.

Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah (soil). Kiranya penting untuk ketahui bahwa proses pelapukan akan menghacurkan batuan atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk kemudian menjadi tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik.

Sebagian dari mineral mungkin larut secara menyeluruh dan membentuk mineral baru. Inilah sebabnya dalam studi tanah atau batuan klastika mempunyai komposisi yang dapat sangat berbeda dengan batuan asalnya. Komposisi tanah tidak hanya tergantung pada batuan induk (asal) nya, tetapi juga dipengaruhi oleh alam, intensitas, dan lama (duration) pelapukan dan proses jenis pembentukan tanah itu sendiri.


Jenis-Jenis Pelapukan

Berikut ini terdapat tiga jenis-jenis pelapukan, antara lain:


  • Pelapukan Mekanik

Batuan yang membentuk kulit bumi, tersusun dari berbagai mineral. Tiap mineral memiliki koefisien pemuaian yang berbeda-beda. Artinya ada mineral batuan yang cepat memuai bila kena panas, dan ada mineral batuan yang sulit memuai bila kena panas.

Mineral batuan yang mudah memuai bila kena panas juga mudah menyusut bila bila mengalami pendinginan. Pada siang hari ketika batuan terkena sinar matahari, mineral yang mudah menyerap panas akan lebih cepat memuai dari pada mineral lain yang sulit menyerap panas. Memuai berarti volumenya bertambah besar. Akibatnya mineral yang volumenya bertambah besar akan mendesak mineral-mineral lain sehingga batuan tersebut akan retak-retak. Pada malam hari suhu udara turun dan batuan mengalami pendinginan sehingga volumenya menyusut (mengecil). Akibatnya batuan mengalami retak-retak.

Artikel Terkait:  Nama Provinsi Di Indonesia

Proses ini berlangsung terus menerus setiap hari, sehingga lama kelamaan batuan yang keras, akan retak-retak dan lepas selapis demi selapis, yang dimulai dari bagian luar batuan. Akhirnya batuan yang besar tersebut akan hancur menjadi batu kecil, dan batu kecil akan hancur menjadi kerikil, dan kerikil akan hancur menjadi pasir dan pasir akan hancur menjadi debu-debu yang halus. Proses semacam ini disebut pelapukan mekanik.

Pada siang hari, mineral batuan yang berwarna gelap umumnya cepat memuai, volumenya bertambah besar (kelabu hitam), sedang pada malam hari volumenya mengecil (putih). Bila hal ini berlangsung terus menerus maka lama-kelamaan mineral akan retak-retak (hitam tebal), dan akhirnya pecah dan terlepas dari batuan induknya.

Di daerah empat musim, pori-pori batuan yang terisi air di musim panas bisa pecah atau retak karena air dalam pori-pori batuan membeku di musim dingin. Air yang membeku volumenya bertambah besar sehingga batuan menjadi retak atau pecah. Proses yang demikian juga termasuk pelapukan mekanik.


  • Pelapukan Kimiawi

Pelapukan batuan juga dapat disebabkan oleh proses kimiawi. Contoh: batu yang keras dapat ditembus oleh akar tumbuh-tumbuhan, karena tudung akar mengeluarkan zat kimia yang dapat melapukkan batuan.

Contoh lain merupakan batu kapur yang retak kemudian disusupi air hujan yang mengandung CO2. Air hujan yang mengandung CO2 akan melarutkan batu kapur yang dilaluinya. Lama kelamaan retakan.

Batu kapur akan bertambah lebar dan besar sehingga akhirnya terbentuk goa-goa kapur. Larutan kapur yang mengendap dan menempel di langit-langit goa akan membentuk stalagtit dan bila mengendap dan menempel di dasar goa akan membentuk stalagmite. Kadang-kadang dalam goa kapur terdapat sungai bawah tanah. Di gunung Kidul (DIY) air sungai bawah tanah dijadikan sumber air bersih.

Artikel Terkait:  Efek Rumah Kaca

  • Pelapukan Biologis

Pelapukan biologis atau pelapukan organis adalah lapuknya batuan yang disebabkan oleh makhluk hidup, baik oleh tumbuh-tumbuhan, hewan maupun manusia. Akar tumbuh-tumbuhan yang makin membesar dapat menyebabkan retak atau hancurnya batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Ujung akar yang mengeluarkan cairan dapat menembus batuan melalui pelapukan kimia.

Demikian pula berbagai jenis jamur, lumut, dan bakteri yang melekat pada permukaan batuan Demikian juga berbagai jenis hewan seperti semut, cacing, anai-anai, tikus, dapat membuat lubang pada batuan dan melapukkan batuan.


Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan

Berikut ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pelapukan, yaitu sebagai berikut:

  1. Iklim dan cuaca, lebih spesifiknya suhu. Semakin besar amplitudo suhu maka akan semakin cepat terjadi
  2. Keberadaan air di dalam pori-pori
  3. Keberadaan organisme di sekitar batuan.
  4. Sifat kimia
  5. Unsur kimia yang terkandung di dalam
  6. Kemiringan lereng batuan. Batuan yang berada di lereng terjal akan lebih mudah terlapukkan karena lebih sering terkena dampak dari perubahan cuaca sebagai akibat dari berkurangnya endapan yang menutupinya.

Dampak Pelapukan

Berikut ini terdapat beberapa dampak pelapukan, yaitu sebagai berikut:


1. Dampak Positif Pelapukan

Pelapukan mampu menghasilkan material-material halus pembentuk tanah. Material-material halus tersebut juga dapat ditransportasikan dan diendapkan di suatu tempat dan membentuk suatu bentang alam yang baru.

Pelapukan yang terjadi di daerah karst dapat membentuk danau-danau kapur (dolina dan uvala), gua, sungai bawah tanah, stalaktit dan stalagmit yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pariwisata.


2. Dampak Negatif Pelapukan

Sebagai tenaga destruktif, pelapukan dapat merusak batu-batuan, termasuk bangunan dan batu pada candi yang sangat merugikan manusia.


Cara Mengatasi Terjadinya Pelapukan

Berikut ini terdapat beberapa cara mengatasi pelapukan, yaitu sebagai berikut:

Artikel Terkait:  Pengertian Pencemaran Lingkungan, Jenis dan Caranya

1. Mengatasi pelapukan pada kayu

Yaitu sebagai berikut:

  • Kayu dikeringkan dengan alat khusus untuk menurunkan ada airnya.
  • Kayu dilapisis cat atau pernis untuk mengerangi penyerapan
  • Kayu diberi zat anti
  • Tidak menempatkan kayu di ruang yang
  • Merendam kayu kolam

2. Mengatasi pelapukan pada batu

Jika kamu mempunyai benda yang terbuat dari batu, kamu dapat melindunginya dari pelapukan dengan cara tidak menyimpannya di alam terbuka. Karena panas matahari dan cuaca yang berubah-ubah di alam terbuka dapat mempercepat terjadinya pelapukan pada batuan.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Jenis Pelapukan: Pengertian, Faktor, Dampak & Cara Mengatasi

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: