Materi Stratifikasi Sosial

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang “Stratifikasi Sosial“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian Stratifikasi Sosial

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial adalah masyarakat yang sengaja dipisah menjadi kelompok tertentu berdasarkan sifat ataupun kriteria yang dibutuhkan.


Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli, antara lain:


  • Menurut Pitirim A. Sorokin

Stratifikasi sosial merupakan pembedaan penduduk ataupun masyarakat ke dalam kelas-kelas secara hirarki.


  • Menurut P.J. Bouman

Stratifikasi sosial merupakan golongan manusia dengan ditandai suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa yang tertentu dan karena itu menuntut gengsi kemasyarakatan.


  • Menurut Soerjono Soekanto

Stratifikasi sosial merupakan pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.


  • Menurut Bruce J. Cohen

Stratifikasi sosial merupakan sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.


  • Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Stratifikasi sosial merupakan sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

Artikel Terkait:  18 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi

Ciri-Ciri Stratifikasi Sosial

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri stratifikasi sosial, antara lain:

  1. Terdapat perbedaan peranan dan status
  2. Terdapat distribusi hak dan kewajiban
  3. Terdapat sistem simbol untuk menyatakan status
  4. Terdapat perbedaan dalam bentuk hubungan yang terjadi antar kelompok
  5. Terdapat perbedaan dalam gaya hidup yang terjadi antar kelompok
  6. Terdapat perbedaan dalam kondisi kemampuan yang terjadi antar kelompok

Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial

Berikut ini terdapat beberapa sifat-sifat stratifikasi sosial, antara lain:


  • Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka merupakan sifat stratifikasi sosial yang mempunyai kesempatan sama bagi setiap anggota masyarakat untuk memperoleh kenaikan kelas stratifikasi sosial menjadi lebih tinggi berdasarkan kecakapan dan kemampuan sendiri, namun setiap anggota masyarakat juga akan mengalami penurunan kelas menjadi lebih rendah. Misalnya dalam sebuah bisnis, setiap pengusaha mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh konsumen yang banyak serta mendapatkan keuntungan yang banyak.


  • Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi sosial tertutup merupakan sifat stratifikasi sosial yang tidak mengalami perpindahan anggota dalam sebuah kelompok tertentu. Hal ini dikarenakan pengelompokkan stratifikasi sosial tertutup berdasarkan kelahirannya. Misalnya pengelompokkan masyarakatnya berdasarakan ras masing masing. Dengan kata lain ras digunakan sebagai dasar stratifikasi sosial.


  • Stratifikasi Sosial Campuran

Stratifikasi sosial campuran merupakan gabungan dari stratifikasi sosial terbuka dengan stratifikasi sosial tertutup. Misalnya terdapat seseorang yang asalnya dari Bali dengan kedudukan yang tinggi ketika berada disana (stratifikasi sosial tertutup), namun ketika ia berpindah ke daerah lain kedudukannya dapat berubah sesuai kemampuan dan usahanya sendiri (stratifikasi sosial terbuka).


Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial

Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur stratifikasi sosial, antara lain:


  • Unsur Status

Unsur status merupakan seseorang yang mempunyai posisi dalam sebuah kelompok sosial.

Artikel Terkait:  Sejarah Perkembangan Sosiologi Di Dunia dan Di Indonesia

  • Unsur Peran

Unsur peran merupakan sesorang yang menjalankan kewajiban dengan sesungguhnya.


Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis stratifikasi sosial, antara lain:


1. Berdasarkan Kriteria Ekonomi

Berdasarkan kriteria ekonomi, terdapat beberapa bagian, yakni:


Tingkat Pendidikan

  1. Tidak berpendidikan, ialah anggota masyarakat buta huruf.
  2. Pendidikan Rendah, ialah anggota masyarakat yang mempunyai pendidikan sampai tingkat SD dan SMP.
  3. Pendidikan Menengah, ialah anggota masyarakat yang mempunyai pendidikan sampai tingkat SMA/SMK.
  4. Pendidikan Tinggi, ialah anggota masyarakat yang mempunyai pendidikan sampai tingkat mahasiswa dan sarjana.
  5. Pendidikan Sangat Tinggi, ialah anggota masyarakat yang mempunyai pendidikan sampai tingkat profesor, dokter dan lain lain.

Keahlian dan Pekerjaannya

  • Tenaga tidak terdidik dan tidak terlatih, contohnya pekerja yang berprofesi sebagai tukang kebun, pembantu rumah tangga, penyapu jalan.
  • Tenaga semi terampil, contohnya pekerja yang berprofesi sebagai pelayan restoran maupun pekerja pabrik dan perusahaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus.
  • Tenaga terampil, contohnya pekerja yang berprofesi sebagai penjahit, tukang potong rambut dan buruh pabrik yang memiliki keahlian yang baik.
  • Tenaga semi profesional, ialah kelompok yang mempunyai kemampuan namun tidak dapat berhasil mendapatkan gelar. Contohnya teknisi dengan pendidikan menengah dan pegawai kantor.
  • Tenaga profesional, ialah pekerja yang mempunyai gelar pendidikan yang tinggi serta dapat berhasil dalam bidang yang ditekuninya.
  • Elit, ialah kelompok yang berhasil dalam bidangnya bahkan kelompok tersebut sangat dihargai dan dikenal dalam lingkup yang luas.

2. Berdasarkan Kriteria Politik

Berdasarkan kriteria politik, terdapat beberapa bagian, yakni:


  • Tipe Kasta

Tipe kasta adalah kelompok masyarakat yang dipisahkan dengan garis pemisah yang kaku dan tegas. Dalam stratifikasi sosial tersebut diperoleh mobilitas sosial yang berlangsung vertikal sulit untuk terjadi. Kondisi tersebut dikarenakan status yang dimiliki seseorang di dapat dari orang tuanya atau sejak lahir.

Artikel Terkait:  Pengertian Kepribadian

  • Tipe Oligarkis

Tipe Oligarkis dipisahkan dengan garis pemisah yang tegas, tetapi untuk dasar kelasnya ditentukan berdasarkan kebudayaan masyarakatnya. Maka dari itu mobilitas sosialnya sulit terjadi. Dalam tipe oligarkis, kesempatan untuk mendapat tingkatan naik atau turun bisa berlangsung dengan cepat daripada tipe kasta.


  • Tipe Demokratis

Tipe Demokratisdipisahkan dengan garis pemisah yang terbuka, maka mobilitas sosialnya bisa mudah terjadi kenaikan dan penurunan tingkat. Kedudukan seseorang tersebut tidak ditentukan oleh faktor kelahirannya. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh tingkat yang naik atau turun. Kedudukan tersebut bisa didapat menurut faktor keberuntungan dan keahlian.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sosiologi Tentang Pengertian Stratifikasi Sosial, Ciri, Sifat, Unsur dan Jenis

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: