Pengertian Pemanasan Global

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Pemanasan Global“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian Pemanasan Global

Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global atau yang sering juga disebut dengan global warming merupakan peningkatan temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi yang diakibatkan oleh beberapa faktor penyebab. kemungkinan besar diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat kegiatan manusia melalui efek rumah kaca pemanasan global akan disertai dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi.

Sementara, dibelahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. Pemanasan Global (Global Warming) memberikan dampak atau akibat yang sangat luas dan memengaruhi kehidupan di bumi baik itu hewan, tumbuhan, dan manusia.

Dampak pemanasan global bisa terjadi karena berbagai penyebab-penyebab dari perilaku manusia memanfaatkan seluruh sumber daya alam dan tidak mengenal batas serta kesehatan Bumi ini. Pemanasan Global sudah lama dan sudah terjadi, dilihat dari gejala-gejala yang ditimbulkan tersebut dapat dilihat dari berbagai perubahan-perubahan yang tidak biasa, yang sebelumnya telah ketahui. Akan tetapi, dari dampak pemanasan global hal tersebut menjadi berubah dan sulit diprediksi.


Penyebab Pemanasan Global

Berikut ini terdapat beberapa penyebab pemanasan global, antara lain:


  • 1. Efek Rumah Kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, cahaya berubah menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembai sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.

Gas-gas tersebut menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.


  • 2. Efek Umpan Balik

Proses umpan balik yang terjadi mempengaruhi penyebab pemanasan global. Sebagai contoh adalah pada proses penguapan air. Pada kasus pemansan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pada awalnya pemanasan akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).

Umpan balik tersebut hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO² memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Artikel Terkait:  4 Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Ilmu Geologi

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.


  • 3. Penggundulan Hutan

Maraknya kasus penggundulan hutan merupakan salah satu penyebab pemanasan global saat ini. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.

Hutan yang menjadi paru-paru Bumi kini tidak dapat berfungsi secara maksimal karena sudah sangat berkurangnya jumlah pohon yang ada. Jumlah pohon yang ada tidak dapat menyeimbangi banyaknya jumlah CO2 yang ada di Bumi.


  • 4. Gas Buang dari Industri

Gas buang dari industri merupakan penyebab efek rumah kaca yang berdampak juga dengan kehidupan makhluk hidup karena bisa mengakibatkan pencemaran udara yang diakibatkan oleh asap pabrik yang berlebihan, karena asap pabrik yang mengeluarkan gas berbentuk karbondioksida, karbon monoksida dan gas metana.


  • 5. Pengrusakan Hutan

Pengrusakan hutan akan mengakibatkan pemanasan global. Karena hutan mempunyai fungsi yang akan menyerap gas karbondioksida dan akan menghasilkan oksigen. Apabila semakin banyak terdapatnya penebangan liar, pengundulan hutan maka jumlah karbondioksida akan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang akan mengakibatkan pemanasan global.


Proses Terjadinya Pemanasan Global

Pemanasan global tidak serentak terjadi begitu saja. Melainkan terdapat proses khusus yang cukup penting untuk dipahami sebagai penambahan wawasan mengenai global warming.

Pemanasan global tersebut terjadi dengan diawali dengan cahaya matahari yang mana sebagian dikembalikan kesumbernya, namun sebagian diserap oleh bumi. Sementara pengembalian tersebut dalam bentuk radiasi inframerah yang akan dilalui oleh atmosfer. Namun, semakin banyak radiasi tersebut diatmosfer bumi kita, maka akan mengakibatkan lubang ozon.

Dengan banyaknya lubang, maka disamakan yang dikembalikan, radiasi tersebut akan diserap kembali oleh bumi sehingga menjadi semakin panas semakin harinya. Pada akhirnya bumi pun menyinarkan radiasi inframerah dan diserap kembali oleh Karbon dioksida. Karbon dioksida tersebut sebagian kembali ke angakasa, namun sebagiannya kembali lagi ke bumi.


Dampak Pemanasan Global

Berikut ini terdapat beberapa dampak pemanasan global, antara lain:


1. Perubahan Cuaca dan Iklim 

Meningkatnya suhu permukaan Bumi dalam kurun waktu satu abad terakhir telah mengubah cuaca dan iklim diberbagai wilayah Bumi, terutama di daerah Kutup Utara. Dampak Pemanasan Global terhadap perubahan iklim, antara lain:

  1. Gunung-gunung es akan mencair, dan akan lebih sedikit es yang terapung di laut,
  2. Di Daerah subtropis, bagian pegunungan yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta salju akan lebih cepat mencair.  Melelehnya es di Puncak Jayawijaya, Papua, merupakan fenomena yang menegaskan bahwa telah terjadi peningkatan suhu di Indonesia.
  3. Air tanah akan lebih cepat menguap sehingga beberapa daerah menjadi lebih kering dari pada sebelumnya.
  4. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem; terjadi hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem di berbagai wilayah.
  5. Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola berbeda sehingga akan terbentuk angin puting beliung.
  6. Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi.

2. Kenaikan Permukaan Laut

Perubahan tinggi permukaan laut akan memengaruhi kehidupan di pantai. Dampak Kenaikan Permukaan laut, antara lain:

  • Jika kenaikan permukaan air laut sekitar 100 cm, maka wilayah Belanda akan tenggelam 6%, banglade 17,5%, dan banyak pula-pulau yang hilang. di Indonesia akan banyak pulau yang akan tenggelam sekitar 405.000 hektar daratan indonesia tenggelam di garis pantai 81.000 kilometer.
  • Jika mencapai muara sungai, akan terjadi banjir akibat air pasang di daratan
  • Pengaruh kenaikan air laut akan cepat terlihat dari ekosistem pantai. Daerah rawa-rawa pantai semakin meluas.

3. Menurunnya Hasil Pertanian

Pemanasan global berdampak pada pertanian. Banyak produk pertanian, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang bergantung pada musim dan iklim. Dampak perubahan iklim akibat pemanasan global terhadap ketahanan pangan, antara lain:

  1. Kekeringan di wilayah pertanian yang mengakibatkan tanaman pertanian rusak
  2. Banjir di wilayah pertanian akan merendam tanaman pertanian yang mengakibatkan gagal panen.
  3. Kerawanan pangan akan meningkat di wilayah yang rawan bencana kering dan banjir.
  4. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan hama dan penyakit yang meningkat populasinya akibat perubahan iklim.

4. Pengaruh Terhadap dan Tumbuhan

Selain, manusia, hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang akan terkena dampak pemanasan global. Hewan dan tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi akan punah. Kepunahan spesies organisme akan mengurangi keanekaragaman hayati. Jika banyak organisme yang punah, ekosistem menjadi tidak stabil. Gejala-gejala kepunahan yang dapat diamati saat ini, antara lain:

  • Populasi penguin di daerah antartika menurun sekitar 30% dalam 25 tahun terakhir karena berkurangnya habitat
  • Populasi beruang kutub di kutub utara menurun karena kesulitan mendapatkan makanan akibat berkurangnya lapisan es.
  • Berkurangnya koral di ekosistem laut akibat meningkatnya keasaman air laut. Air laut menjadi asam jika banyak karbon dioksida yang terlarut. Meningkatnya keasaman air laut menurunkan jumlah ion karbonat yang menyusun koral
  • Berkurangnya luas hutan mangrove sehingga mengganggu kehidupan di daerah pesisir pantai karena gelombang pasang dan banjir sering terjadi, serta sulitnya ketersediaan air bersih.
Artikel Terkait:  Profil Negara Kamboja

5. Pengaruh Terhadap Kesehatan Manusia

Dampak pemanasan global menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Dampak pemanasan global terhadap kesehatan manusia, antara lain:

  1. Meningkatnya kasus alergi dan penyakit pernapasan karena udara yang lebih hangat memperbanyak polutan, seperti spora jamur dan serbuk sari tumbuhan.
  2. Meluasnya penyebaran penyakit. Sebagai contoh, DBD dan malaria adalah penyakit tropis yang saat ini telah menyebar ke daerah subtropis. Penyebabnya adalah suhu di udara subtropis yang saat ini menjadi lebih hangat sehingga patogen dapat berkembang biak di daerah subtropis.
  3. Meningkatnya penyakit infeksi, yang semula menginfeksi hewan kemudian dapat menginfeksi manusia. Contohnya adalah flu burung dan flu babi.
  4. Meningkatnya kasus orang meninggal akibat penyakit yang dipicu oleh cuaca panas, misalnya stress, stroke, dehidrasi, jantung dan ginjal.

Pemanasan global yang terjadi saat ini adalah akibat dari perbuatan kita sendiri. Sebagai manusia kita tidak dapat menjaga dengan baik tempat dimana kita hidup. Jika kita tidak sadar akan dampak yang terjadi nanti, maka kehidupan di Bumi ini akan terancam. Untuk mengatasinya, telah dilakukan beberapa penangulangan. Penanggulangan ini akan efektif bila semua pihak turut serta untuk melakukannya.


Cara Mengatasi Pemanasan Global

Pemanasan global dapat di tanggulagi dengan cara peduli terhadap lingkungan. Penanggulangan pemanasan global dapat dilakukan dengan mencegah kerusakan lingkungan. Berikut merupakan beberapa cara mengatasi pemanasan global, yaitu sebagai berikut:


  • Konservasi lingkungan

Lembaga yang berwewenang sebaiknya mengawasi penebangan hutan untuk mengurangi   penebangan hutan. Hutan memberikan banyak manfaat, misalnyabterhindar dari bencana banjir dan erosi.konservasi lingkungan dilakukan dengan cara melakukan penanaman pohon dan penghijauan pada lahan-lahan kritis. Hal ini  karena tumbuhan hijau memiliki peran dalam proses fotosintesis yang memerlukan karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Penanggulangan karbodioksida oleh tumbuhan yang akan terjadi secara akumulasi menyebabkan gas-gas karbon di atmosfer menjadi berkurang.


  • Efisiensi dalam penggunaan energi

Efisiensi dalam penggunaan energi merupakan tindakan untuk menguragi tindakan untuk menguragi jumlah penggunaan energi. Efisiensi energi dapat dicapai dengan cara menggunakan energi lebih sedikit atau menguragi konsumsi energi. Efisien energibmenguragi biaya,meningkatnya kualitas lingkungan ,keamanan negara,keamanan pribadi,dan kenyamanan.

Pihak perorangan dan organisasi dapat menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedanfkan pengguna komersial dan industri dapat meningkatkan efisien dan keuntungan dengan melakukan penghematan energi.Efisiensi energi dapat menurunkan konsumsi dab permintaan energi per kapita sehingga dapat menutup peningkatan kebutuhan energi karena pertumbuhan populasi. Selain itu dapat menguragi naiknya biaya energi dan kebutuhan pembangkit energi atau impor energi.

Berkurangnya permintan enegi dapat memberikan freksibilitas dalam memilih metode produksi energi. Efisiensi energi juga memudahkan pergantian sumber-sumber energi tak trbarukan dengan sember-sumber energi yag dapat diperbarui. Efisiensi energi merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi dan upaya yang lebih ramah lingkungan daripada peningkatan produksi energi.

Penggunaan biogas merupakan salah satu caara untuk melakukan efisiensi energi. biogas diperoleh dari berbagai limbah industri, misalnya produksi kertas, produksi gula, kotoran hewan peternakan, dan sebagainya. Proses fermentasi maupun fisika-kimia pada bahan-bahan organik dengan cara gasifikasii dapat melepaskan gas yang mudah terbakar. Aliran limbah harus diencerkan dengan air dan di berikan secara alami agar terjadi fermentasi sehingga menghasilkan gas metana. Residu dari aktivitas fermentasi adalah pupuk yang kaya nitrigen,karbon,dan mineral.


  • Menghindari penggunaan karbon

Penanaman pohon dapat menguragi jumlah karbondioksida di udara. Karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung, yaitu menginjeksikan karbon ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga dapat dilakukan untuk mengisolasi gas karbondioksida di bawah tanah, misalnya dalam sumur minyak, lapisan batubara , atau aquifer . Metode tersebut dilakukan pada salah satu anjungan pengeboran lepas pantai norwgia dimana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali kepermukaan.

Karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Oenggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat secara pesat sejak revolusi industri. Perubahan penggunaan bahan bakar fosil sebenarnya tidak langsung telah menguragi jumlah karbondioksida yang dilepaskan ke udara karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit daripada minyak dan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbarukan dan energi nuklir lebih menguragi pelepasan karbondioksida ke udara. Penggunaan energi nuklir merupakan cara untuk mengatasi emisi karbondioksida karena energi nuklir tidak menghasilkan karbondioksida. Energi terbarukan meliputi energi surya, energi panas bumi, tenaga air, biomassa, biogas, dan biocair.

Artikel Terkait:  Efek Rumah Kaca

  • Efisiensi penggunaan produk dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan

Penggunaan suatu produk sebaiknya dilakukan secra efisiensi. Efisiensi penggunaan suatu pruduk dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dapat di lakukan dengan car-cara sebagai berikut.

  1. Memanaskan air dengan pemanasan air bertenaga surya.Tenaga surya menghasilakn energi bersih yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan pemanasan air bernaga surya di rumah dapat menguragi penggunaan listrik berbayar dan memanfaatkan energi listrik yang ramah lingkungan.
  2. Menggunakan lampuh hemata energi sebagai penerangan. Lampuh hemat energi sedikit lebih mahal, tetapi delapa kali lebih kuat dan 80% lenih hemat daripada lampuh pijar biasa.
  3. Tidak memberikan peralatan elektronik dalam keadaan stand by untuk mengurangi emisi karbondioksida dari peralatan elektronik secara signifikan karena penggunaan peralatan elektronik yang tidak terkendali memicu pemanasan global.

  • Menguragi pemakaian kendaraan bermotor

Kendaran bermotor memberikan kemudahan bagi manusia. Pemakaian kendaran bermotor perlu di kurangi dan beralih menggunakan sarana transportasi yang lebih sehat, misalnya sepeda atau berjalan kakimenuju tempat yang dekat. Pemakain kendaraan bermotor menyebabkan populasi udara berupa karbondioksida sehingga suhu bumi mejadi lebih panas. Semakin sedikit penggunaan kendaraan bermotor, maka karbondioksida yang di hasilkan semakin kecil.


  • Menguragi penggunaan lampu di siang hari

Sinar matahari pada siang hari dapat dimanfaatkan untuk penerangan sehingga dapar mengurangi pengunaan lampu pada siang hari. Lampu yang digunakan terlalu lama pada siang hari menyebabkan panas bumi semakin meningkat. Jika seluruh panas lampu dikumpulkan dari setiap penduduk bumi semakin banyak .Akibatnya, menyalahkan lampu sebaiknya dengan bijak dan menghindari penggunaan lampu pada siang hari.


  • Mensiasati konsumsi makanan

 konsumsi makanan oleh semua orang di bumi ternyata berperan dalam pemansan global. Konsumai daging dari peternakan sebaiknya di kuragi karena aspek peternakan menyumbangkan 18% dari jejak karbon dunia. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada prosentase jejak karbon karena penggunaan kendaraan bermotor. Konsumsi produk lokal juga dapat menurunkan angka emisi kendaraan untuk mengangkut produk impor dari daerah atau negara lain. Konsumsi fast food atau masakan cepat saji menghasilkan sampah terbesar didunia dan memicu pemanasan global.


  • Pendidikan kepada masyarakat

Upaya pendidikan kepada masyarakat luas terhadap penanggulangan pemansan global dapat di lakukan dengan memberikan pemahaman dan penerapan atas dasar prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Dimensi manusia

Manusia merupakan makhlik yang menggunakan alam, tetapi dapat merusak atau melestarikan alam. Penanaman kesadaran manusia terhadap pntingnya alam bagi kehidupannya perlu dilakukan. Manusia memperoleh sumber makan dan kebutuhan sosial lainnya dari alam, sehingga manusia melakukan eksploitasi alam.


  1. Penegakan hukum dan keteladanan

Tindakan manusia yang merusak lingkungan harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Penegakan hukum lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberi efek jera bagi pihak-pihak yng melanggar. Hukum harus ditegakkan tanpa memandang strata sisial masyarakat.


  1. Keterpaduan

Upaya pelestariam lingkungan dalam sumber daya alam serta penegakan hukum harus dilakukan secara terpadu olh seluruh elemen masyarakat. Upaya tersebut harsus dilakukan secara komprehensif dan lintas sektor.


  1. Mengubah sikap dan pola pikir

Faktor-faktor lingkungan fisik dan makhluk hidup memiliki peran yang berbeda-beda dalam lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk yang diberi kemampuan logika harus mampu memandang kepentingan hidupnya terkait dengan kehidupan makhluk hidup lain beserta kejadian proses-proses alam. Manusia telah dibekali sikap dan perilaku yang peduli terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, pola pikir untuk mempertahankan hidup akan memberi motivasi bagi manusia dalam melestarikan ekiisistem dan lingkungannya.


  1. Etika lingkungan

Kecintaan terhadap lingkungan hidup dan sumber daya alam akan menumbuhkan sikap dan perilak ari dalam kehidupan. Kearifan lokal melahirkan etika dan norma kehidupan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungannya. Selama masyarakat masih mnghormati budaya tradisional yang memiliki  etika dan nilai norma terhadap lingkungan alamnya., maka konservasi sumber daya alam dan lingkunan mnjadi hal mutlak. Etika lingkungan akan guna jika muncul dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Cara Mengatasi Pemanasan Global: Pengertian, Proses, Penyebab dan Dampak

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: