Materi Lembaga Ekonomi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Lembaga Ekonomi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Peran-Lembaga Ekonomi

Pengertian Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi adalah suatu lembaga yang memiliki kegiatan dibidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Pengertian lainnya adalah suatu lembaga yang mengatasi berbagai masalah ekonomki mengenai produksi dan pendisribusian atau  pelayanan suatu jasa yang  diperlukan masyarakat agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Menurut Jonhson (1996), lembaga ekonomi adalah suatu set ide (ilmu pengetahuan) yang berhubungan dengan barang dan pelayanan yang dihasilkan, dibagikan dan digunakan dalam masyarakat. Lembaga ekonomi pada dasarnya menangi masalah produksi, distribusi dan konsumsi, baik berupa barang maupun jasa.


Ciri-Ciri Lembaga Ekonomi

Berikut dibawah ini terdapat enam (6) ciri-ciri lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:

  1. Memiliki sifat terbuka
  2. Memiliki tujuan yang diinginkan terpenuhi
  3. Memiliki ikon yang memiliki makna
  4. Karyawan memiliki semangat kewirausahaan
  5. Sebagai bagian yang berfungsi
  6. Mengatur saluran distribusi

Fungsi Lembaga Ekonomi

Berikut ini terdapat beberapa fungsi lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:


  1. Memproduksi barang dan jasa yang di butuhkan dalam kehidupan masyarakat.
  2. Mengatur pendistribusian barang atau jasa kepada masyarakat yang membutuhkan.
  3. Mengatur penggunaan atau pemakaian barang atau jasa dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi lain dari  lembaga ekonomi adalah :

  • Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
  • Memberi pedoman untuk barter dan jual beli barang
  • Berfungsi untuk memberikan sebuah pedoman tentang harga jual beli barang
  • Sebagai pedoman dalam memakai tenaga kerja
  • Memberi pedoman tentang cara pengupahan
  • Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
  • Memberi identitas diri bagi masyarakat.

Peran Lembaga Ekonomi

Peran Lembaga Ekonomi

Berikut ini terdapat enam (6) peran lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:

  1. Bersedia menyampaikan aturan dalam mendapatkan makanan
  2. Bersedia menyampaikan aturan dalam mengimplementasikan pergantian barang atau jasa
  3. Bersedia menyampaikan aturan tentang harga jual beli barang atau jasa
  4. Ingin menyampaikan aturan dalam penggunaan tenaga kerja dan cara membayar
  5. Bersedia menyampaikan aturan tentang cara menentukan rute kerja dengan baik dan benar
  6. Bersedia untuk menyampaikan identitas bagi masyarakat
Artikel Terkait:  Makalah Pasar Uang

Kegiatan Pokok Ekonomi

Kegiatan Pokok Ekonomi

Berikut ini terdapat tiga (3) peran lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:


  • Kegiatan Produksi

Pranata ekonomi antara lain mengatur cara produksi barang dan jasa yang diperlukan oleh warga masyarakat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.


  • Kegiatan Distribusi

Distribusi adalah kegiatan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen kekonsumen. Penyaluran barang dan jasa ini mencakup tiga pihak yang saling mempengaruhi yaitu produsen, perantara dan konsumen.


  • Kegiatan Konsumsi

Konsumsi adalah pemakaian barang dan jasa baik sekaligus maupun secara berangsur-angsur oleh setiap anggota masyarakat yang menginginkan kehidupan yang layak. Kehidupan yang layak antara lain di tentukan oleh terpenuhinya barang dan jasa dalam jumlah dan mutu yang memadai.


Struktur Lembaga Ekonomi

Struktur Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi dapat diklarifikasikan sebagai berikut :


  1. Sektor Agraris

Sektor agraris pada dasarnya dapat digolongkan melalui : tahap-tahap dari yang sederhana, transisi, dan modern. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat.


  1. Sektor Industri

Sektor industri di tandai dengan kegiatan produksi barang. Sektor ini membutuhkan lembaga ekonomi yang semakin kompleks bagaikan rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling bergantung dalam satu system.


  1. Sektor Perdagangan

Sektor perdagangan merupakan aktifitas penyaluran barang dari produsen ke konsumen. Sektor ini mengembangkan tatanan sosial untuk menjalin hubungan antara pembeli dan penjual.

Disektor ini, diatur cara memperoleh keuntungan, cara pembelian baik kontan, dan memupuk semangat kewiraswastaan.


Macam-Macam Lembaga Ekonomi

Berikut dibawah ini terdapat tiga (3) macam-macam lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:


  1. Sistem Ekonomi Kapitalis

Kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang di kondisikan sedimikian rupa sehingga terjadi suatu kebebasan berkontrak, kebebasan keuntungan dan pemilikan pribadi, kebebasan melakukan akumulasi modal dan investasi, terdapat mekanisme system upah, mekanisme system pasar yang sangat ditentukan oleh penawaran dan permitaan, dan adanya persaingan bebas. Salah satu contoh negara kapitalis terbesar saat ini adalah Amerika Serikat.


  1. Sistem Ekonomi Komunis

Komunisme mengembangkan sistem perekonomian yang secara diktator dikendalikan oleh partai komunis. Dalam sistem ekonomi komunis rakyat sama sekali tidak memiliki sarana pengendalian yang efektif dalam kegiatan ekonomi sehingga barang dan jasa yang di produksi seperti penentuan barang dan jasa yang di produksi, penentuan harga barang dan jasa, penentuan besaran gaji pengawai, dan lain sebagainya ditentukan oleh badan yang berfungsi sebagai pesat perencanaan.


  1. Sistem Ekonomi Pancasila

Negara Indonesia merupakan sistem ekonomi yang khas yang di sebut dengan system ekonomi pancasila. System ekonomi pancasila merupakan system perekonomian yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur marerial dan spiritual. Untuk tujuan tersebut system ekonomi pancasila berlandaskan pada pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yaitu:

Artikel Terkait:  Sumber Dana Bank adalah

  • Ayat 1:

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasrkan atas asas kekeluargaan.


  • Ayat 2:

Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.


  • Ayat 3:

Bumi, air, dan kekayaan alam terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pasal 33 UUD ’45 di atas sesungguhnya merupakan suatu system demokrasi ekonomi yang mengutamakan kemakmuran rakyak, bukan kemakmuran perorangan atau golongan tertentu. Itulah sebabnya system ekonomi pancasila disusun sebagai usaha berdasarkan atas asas kekeluargaan. Lembaga ekonomi pancasila yang sesuai dengan system ekonomi pancasila adalah koperasi.


Unsur-Unsur Lembaga Ekonomi

Berikut dibawah ini terdapat lima (4) unsur-unsur lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:

  1. Pola perilaku: efisiensi,penghematan, profesional, mencari keuntungan.
  2. Budaya simbolis: merek dagang, hak paten, slogan, lagu komersil.
  3. Budaya manfaat: toko, pabrik, pasar, kantor,blanko, formulir.
  4. Kode spesialisasi: kontrak, lisensi,hak monopoli.
  5. Ideologi: liberalisme, tanggung jawab, manajerialisme, kebebasan  berusaha, hak buruh.

Contoh Lembaga Ekonomi

Berikut dibawah ini terdapat lima (4) contoh lembaga ekonomi, yaitu sebagai berikut:


Kegiatan Koperasi

Koperasi adalah kumpulan orang yang melakukan usaha di bidang lapangan ekonomi. Tetapi tidak bermaksut untuk mencari keuntungan semata, melainkan digunakan untuk kepentingan kelompok. Kegiatan koperasi utamanya bergerak di bidang ekonomi. Tujuannya adalah untuk mensejahterakan dan kepentingan berasama anggota koperasi tersebut sehingga tidak ada satupun yang merasa dirugikan.


Kegiatan Perbankan

Kegiatan usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu :


  1. Menghimpun dana

merupakan kegiatan pokok bank, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Untuk merangsang masyarakat agar giat menabung biasanya diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah.


  1. Menyalurkan dana

Kegiatan menyalurkan dana berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat yang biasa disebut kredit bank. Kredit yang disalurkan oleh bank berupa :


  • Kredit Usaha

kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain­-lain.


  • Kredit Konsumsi

kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi.


  • Kredit Serba Guna

kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk memulai usaha baru seperti Perdagangan, Usaha di bidang jasa dan lainnya.


  1. Memberikan jasa bank lainnya

jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama (Menghimpun dan menyalurkan dana) Hal tersebut di atas sesuai dengan tujuan perbankan itu sendiri yaitu menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. (Baca Juga : Pengertian Pasar Keuangan ).

Artikel Terkait:  Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

  • Kegiatan Pasar

Kegiatan Pasar

Kegiatan pasar merupakan salah satu jalur perantara dalam penyampaian barang dan jasa kepada konsumen atau dengan kata lain, pasar merupakan wadah untuk segala aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar akan berjalan dengan baik apabila distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik pula, keterlambatan distribus iakan berakibat terhadap tersendatnya penyediaan barang dan jasa di pasar, yang kemudian dapat mengakibatkan terhambatnya kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. (Baca Juga : Pengertian Pasar, Fungsi, Peran, Jenis dan Kegunaan )

Dalam usaha produksi, kedudukan produsen dan konsumen sama pentingnya, satu fihak menghasilkan sedangkan fihak lain membutuhkannya. Untuk menyampaikan barang dan jasa kepada konsumen banyak cara yang dilakukan, salah satunya adalah melalui pasar. Masarakat datang ke Pasar membeli berbagai macam kebutuhan, terjadi transaksi, dan mengakibatkan perputaran uang. Oleh karena itu, pasar menjadi penggerak ekonomi rakyat.


  • BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Di Indonesia, definisi BUMN menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup khalayak luas, baik dalam bentuk barang atau jasa.

Sejak tahun 2001 seluruh entitas BUMN berada dibawah pengawasan dan pengelolaan Kementrian BUMN yang dipimpin oleh MENTRI BUMN. BUMN di Indonesia berbentuk perusahaan perseroan, perusahaan umum, dan perusahaan jawatan.


Daftar Pustaka:

  1. Sunarto, Kamanto. 1985. Pengantar Sosiologi: Sebuah Bunga Rampai. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  2. Ritzer, George dan Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta: Prenada Media, Kencana, cet.I, 2003.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Peran Lembaga Ekonomi: Pengertian, Ciri, Fungsi, Kegiatan, Struktur, Macam, Unsur & Contoh

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya Materi Ekonomi:

  1. Makalah Pasar Uang
  2. Pasar Persaingan Sempurna
  3. Materi Negara Maju dan Berkembang
  4. Materi Kerjasama Ekonomi Internasional