Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Perlawanan Aceh Terhadap Portugis“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Perlawanan-Aceh-Terhadap-Portugis

Kronologi Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat di wilayah Nusantara hidup dengan tenteram di bawah kekuasaan raja-raja.

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia, tetapi lama-kelamaan rakyat Indonesia mengadakan perlawanan karena sifat-sifat dan niat-niat jahat bangsa Eropa mulai terkuak dan diketahui oleh bangsa Indonesia. Perlawanan-perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia disebabkan orang-orang Barat ingin memaksakan monopoli perdagangan dan berusaha mencampuri urusan kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Setelah Malaka dapat dikuasai oleh Portugis 1511, maka terjadilah persaingan dagang antara pedagang-pedagang Portugis dengan pedagang di Nusantara. Portugis ingin selalu menguasai perdagangan, maka terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis.

Sejak Portugis dapat menguasai Malaka, Kerajaan Aceh merupakan saingan terberat dalam dunia perdagangan. Para pedagang muslim segera mengalihkan kegiatan perdagangannya ke Aceh Darussalam.

Keadaan ini tentu saja sangat merugikan Portugis secara ekonomis, karena Aceh kemudian tumbuh menjadi kerajaan dagang yang sangat maju. Melihat kemajuan Aceh ini, Portugis selalu berusaha menghancurkannya, tetapi selalu menemui kegagalan.


Jalannya Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Pada Tahun 1523 melancarkan serangan dibawah pimpinan Henrigues dan diteruskan oleh de Sauza pada tahun berikutnya. Namun perlawanan yang dilakukan selalu menemui kegagalan. Maka, untuk melemahkan Aceh, Portugis melancarkan serangan dengan mengganggu kapal-kapal dagang Aceh. Selain mengganggu pedagangan rakyat Aceh, Portugis juga ingin merampas kedaulatan Aceh.  Hal itu membuat rakyat Aceh marah dan akhirnya melakukan perlawanan.

Artikel Terkait:  Alat Musik Tradisional Aceh

Usaha-usaha Aceh Darussalam untuk mempertahankan diri dari ancaman Portugis, antara lain:

  1. Aceh berhasil menjalin hubungan baik dengan Turki, Persia, dan Gujarat (India),
  2. Aceh memperoleh bantuan berupa kapal, prajurit, dan makanan dari beberapa pedagang muslim di Jawa,
  3. Kapal-kapal dagang Aceh dilengkapi dengan persenjataan yang cukup baik dan prajurit yang tangguh,
  4. Meningkatkan kerja sama dengan Kerajaan Demak dan Makassar.

Semangat rakyat Aceh untuk mengusir Portugis dari Aceh sangatlah besar. Puncaknya adalah pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Sultan Iskandar Muda mencoba menambah kekuatan dengan melipatgadakan kekuatan pasukannya, angkatan laut diperkuat dengan kapal-kapal besar yang berisi 600-800 prajurit, pasukan kavaleri dilengkapi dengan kuda Persia, menyiapkan pasukan gajah dan milisi infanteri.

Perlawanan terus dilakukan. Permusuhan antara Aceh dan Portugis berlangsung terus tetapi sama-sama tidak berhasil mengalahkan, sampai akhirnya Malaka jatuh ke tangan VOC tahun 1641.

VOC bermaksud membuat Malaka menjadi pelabuhan yang ramai dan ingin menghidupkan kembali kegiatan perdagangan seperti yang pernah dialami Malaka sebelum kedatangan Portugis dan VOC.

Kemunduran Aceh mulai terlihat setelah Iskandar Muda wafat dan penggantinya adalah Sultan Iskandar Thani (1636–1841).

Pada saat Iskandar Thani memimpin Aceh masih dapat mempertahankan kebesarannya. Tetapi setelah Aceh dipimpin oleh Sultan Safiatuddin 91641–1675) Aceh tidak dapat berbuat banyak mempertahankan kebesarannya.


Penyebab Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Dapat  diketahui dan disimpulkan bahwa ada dua sebab mengenai mengapa rakyat Aceh melakukan perlawanan kepada Portugis.

  • Portugis oleh rakyat Aceh dianggap sebagai saingan mereka khususnya di dalam perihal perdagangan di kawasan sekitar Selat Malaka.
  • Portugis ingin menyebarkan agama Katholik di wilayah Aceh. Masyarakat Aceh sangat tidak bisa menerima ini. Hal tersebut dikarenakan Aceh merupakan sebuah kerajaan Islam.
  • Rakyat Aceh ingin sekali mematahkan kekuatan Portugis di daerah Asia Tenggara.
Artikel Terkait:  Peninggalan Kerajaan Singasari

Tokoh-Tokoh Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Di antara raja-raja Kerajaan Aceh yang melakukan perlawanan adalah:
  1. Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528). Berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis
  2. Sultan Alaudin Riayat Syah (1537-1568). Berani menentang dan mengusir Portugis yang bersekutu dengan Johor.
  3. Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Raja Kerajaan Aceh yang terkenal sangat gigih melawan Portugis adalah Iskandar Muda. Pada tahun 1615 dan 1629, Iskandar Muda melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka.

Akhir Perlawanan Aceh Terhadap Portugis

Menyadari bahwa kekuatan Aceh semakin besar dan besar, tidak ada cara lain selain menarik semua pasukan dari tanah Aceh. Portugis akhirnya menyerahkan harta benda yang mereka rampas, yang ternyata juga berhasil dirampas oleh orang Aceh sendiri. Itulah yang akhirnya menjadi pelajaran bagi Portugis, bukan untuk meremehkan kekuatan rakyat Indonesia, yang notabene bisa menjadi kekuatan luar biasa jika mereka berkumpul dan bertarung bersama. (Baca Juga : Sejarah Perang Aceh dengan Belanda (1873-1904) Lengkap)


Daftar Pustaka:

  1. Adam, Ahmat. 2003. Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan. Jakarta: Hasta Mitra
  2. Adam, Cindy. 1984. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. (alih bahasa: Abdul Bar Salim). Jakarta: Gunung Agung.
  3. Alfarizi, Salman. 2009. Mohammad Hatta: Biografi Singkat (1902-1980), Yogyakarta: Garasi.
  4. Bachtiar, Harsya w. , Peter B.R. Carey, Onghokham. 2009. Raden Saleh:
  5. Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme. Jakarta: Komunitas Bambu.
  6. Benda, Harry J., 1983. The Crescent and The Rising Sun: Indonesian Islam
  7. Under The Japanese Occupation 1942 – 1945, Holland/USA: Faris Publications.
  8. Bernard H. M, Vlekke. 1944. Nusantara: a history of the East Indian
  9. Archipelago. Massachusetts: Harvard University Press.
  10. Boomgaard, Peter dan Janneke van Dijk. 2001. Het Indie Boek. Zwolle: Waanders Drukker
  11. Carey, Peter, (2011), Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir
  12. Tatanan Lama di Jawa , 1785-1855, (alih bahasa Parakitri T. Simbolon), Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  13. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 2007. Wisata Sejarah. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
  14. Elson, R. E.. 2009. The Idea of Indonesia: Sejarah Pemikiran dan Gagasan. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Perlawanan Aceh Terhadap Portugis: Kronologi, Jalan, Penyebab, Tokoh dan Akhir

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!

Artikel Terkait:  Rangkuman Pluralitas Masyarakat Indonesia

Baca Artikel Lainnya: