Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Sejarah tertua yang berkaitan dengan pengadalian banjir dan sistem pengairan adalah pada masa Kerajaan Tarumanegara. Untuk mengendalikan banjir dan usaha pertanian yang diduga di wilayah jakarta saat ini, maka Raja purnawarman menggali Sungai Candrabaga.

Keberadaan dari Prasasti tersebut haruslah kita jaga dan dilestarikan dengan serius keberadaannya, jangan sampai prasasti yang tersisa hanya menjadi cerita saja untuk masa yang akan datang karena prasasti tersebut sebagai ilmu sejarah dan juga kekayaan budaya yang bisa kita wariskan untuk anak cucu kita pada masa yang akan datang.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Berikut dibawah ini terdapat delapan (8) prasasti peninggalan dari kerajaan tarumanegara,antara lain:


1. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu

Inskripsi yang dikeluarkan oleh Purnawarman ini di temukan di kampung Batu Tumbuh, Desa tugu, dekat Tanjung Priok, jakarta. Dituliskan dalam lima baris tulisan beraksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Inskripsi tersebut isinya sebagai berikut:

“Dulu (kali yang bernama) Candrabhaga telah digali oleh maharaja yang mulia dan mempunyai lengan Kencang dan Kuat,(yakni Raja Purnawarman), untuk mengalirkannya ke laut, setelah (kali ini) sampai di istana Kerajaan yang termashur. pada tahun ke-22 dari tahta yang Mulia Raja purnawarman yang berkilauan-kilauan Karena kepandaian dan kebijaksaaannya serta  menjadi panji-panji segala raja, (maka sekarang) beliau memerintahkan pula menggali kali yang permai dan berair jernih ,Gomati namanya, Setelah kali itu mengalir di tengah-tengah tanah kediaman Yang Mulia Sang pandeta Nenekda (Sang purnawarman).

Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik, tanggal delapan paroh gelap bulan Phalgunadan selesaipada tanggal 13 paroh terang bulan Caitra, jadi hanya dalam 21 hari saja , sedang galian itu panjangnya 6.122 busur (+ 11 Km).Selamatan baginya dilakukan oleh brahmana disertai persembahkan 1.000 ekor sapi”.


2. Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun

Prasasti ini ditemukan di kampung Muara, desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulang, bogor. prasasti terdiri atas dua bagian, yaitu Inskripsi A yang dipahatkan dalam empat baris tulisan berakasara pallawa dan bahasa sanskerta, dan Inskripsi B yang terdiri atas satu baris tulisan yang belum dapat dibaca dengan jelas. Inskripsi ini disertai pula gambar sepasang telapak Kaki.Inskripsi A isinya  sebagai berikut:

“ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang purnawarman,di negeri Taruna, raja yang gagah berani di dunia”.

Beberapa sarjana telah berusaha membaca inskripsi B, namun hasilnya belum memuaskan. Inskripsi B ini dibaca oleh J.L.A. Brandes sebagai Cri Tji aroe? Eun waca (Cri Ciaru?eun wasa),sedahkan H.Kern membacanya Purnavarmma-padam yang berarti “telapak kaki purnawarman”.

Artikel Terkait:  Latar Belakang Perang Banjar (1859-1905)

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti ini ditemukandi kampung Muara, desa ciaruetun Hilir, cibungbulang, bogor. Prasastinya dipahatkan dalam stu baris yang dapit oleh dua buah pahatan telapak kaki gajah isinya sebagai berikut:

“Di sini tampak sepasang telapak kaki…… yang seperti [telapak kaki] Airawata, gajah penguasa Taruma [yang] agung dalam….. dan [?] kejayaan”.


4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten

Terletak di muara kali cianten, kampung Muara, Desa ciaruteun Hilir, cibungbulang, bogor. Inskripsi ini dipahatkan dalam bentuk “aksara” yang meyerupai sulur-suluran, dan oleh para ahli disebut aksara ikal.


5. Prasasti Jambu [Pasir Koleangkak]

Prasasti Jambu [Pasir Koleangkak]

Terletak di sebuah bukit [pasir] koleangkak, Desa parakan Muncang, Nanggung, bogor. Insipirasinya dituliskan dalam dua baris tulisan dengan aksara pallawa dan bahasa Sansekerta. Isinya sebagai berikut

“Gajah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya, adalh pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termashur Sri purnawarman, yang sekali waktu [memerintah] di tarumanegara dan yang baju zirahnya yang terkenal tiada dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang telapak kakinya, yang senantiasa berhasil menggempur musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging musuh-musuhnya”.


6. Prasasti Cidanghiang (Lebak)

Prasasti Cidanghiang (Lebak)

Terletak di tepi kali Cidanghiang, Desa lebak, Munjul, Banten Selatan. dituliskan dalam dua baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa Sanskerta. Isinya sebagai berikit:

“Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesunggunya dari Raja Dunia, Yang Mulia purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja-raja.


7. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi

Inskripsi ini terdapat di sebuah bukit bernama pasir Awi,di kawasan perbukitan Deasa Sukamakmur, jonggol, Bogor, Inskripsi prasasti ini tidak dapat dibaca karena inskripsi ini lebih berupa gambar (piktograf) dari pada tulisan. Di bagian atas inskripsi terdapat sepasang telapak kaki.

Artikel Terkait:  9 Pencipta Lagu Wajib Nasional Indonesia

8. Prasasti Kebon Kopi 2

Prasasti Kebon Kopi 2

Selain Prasasti Kebon Kopi I Kerajaan Tarumanegara juga meninggalkan peninggalan sejarahnya berupa Prasasti Kebon Kopi II akan tetapi prasasti ini telah hilang dicuri pada tahun 1940-an. Menurut pakar F.D.K Bosch yang sempat meneliti prasasti ini, prasasti kebon kopi II ditulis dalam bahasa melayu kuno yang isinya menyatakan “ Raja sunda menduduki kembali tahtanya”.

Prasasti Kebon Kopi II ditemukan tidak jauh dari Prasasti Kebon Kopi I dengan jarak kira-kira 1 km. Prasasti ini ditemukan di Kampung Pasir Muara yang lebih tepatnya di desa Ciaruteun Ilir yakni pada abad ke 19.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: