Pengertian, Sejarah, Teori dan Proses Terbentuknya Benua dan Samudera

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Benua dan Samudera“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian, Sejarah, Teori dan Proses Terbentuknya Benua dan Samudera

Pengertian Benua dan Samudera

Benua merupakan hamparan daratan yang sangat luas yang pada bagian tengahnya bersifat kering karena tidak mendapat pengaruh dan angin laut yang basah dan lembab. Benua dibatasi (dikelilingi oleh samudra). Sementara pulau sempit daratan yang relativ sempit dan dikelilingi oleh laut.


Samudera merupakan hamparan air asin yang mengelilingi daratan atau benua. Hamparan air asin yang relatif sempit disebut laut.


Proses Terbentuknya Benua

Benua dan samudra terbentuk melewati berbagai proses yang sangat panjang. Dahulu bentuk benua dan samudra tidak seperti sekarang ini. Sesudah melewati berbagai proses yang panjang maka terbentuklah benua seperti pada saat ini.

Ada seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred Wagener yang mengutarakan teori mengenai pembentukan benua.

Menurut pendapat dari Alfred Wagener, sebelum zaman Carbon sekitar 300 juta tahun yang lalu, semua benua yang ada sekarang ini terhimpun menjadi satu yang disebut dengan Benua Pangea.

Benua Pangea kemudian terpecah menjadi 2 bagian benua, yaitu Benua Laurasia (di bagian utara) dan Benua Gondwana (di bagian selatan).

Proses terpecahnya benua Pangea tersebut terjadi sekitar 135 juta tahun lalu. Sementara Benua Laurasia bagian barat bergerak ke utara menjauhi benua Gondwana yang akhirnya membentuk benua Benua Amerika Utara.

Perkembangan berikutinya, Amerika Utara terhimpun menjadi satu dengan Amerika Selatan, Eurasia menjadi Benua Eropa dan Benua Asia. Bagian paling selatan yang bergerak ke selatan menjadi benua Antartika dan bagian dan bagian selatan yang bergerak ke timur laut menjadi Benua Australia.

Artikel Terkait:  Nama-Nama Selat Di Indonesia

Teori Wagener disebut juga dengn Teori Pergeseran Benua. Teori tersebut didasarkan pada fakta-fakta, sebagai berikut:

  • Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dengan pantai barat Eropa dan Afrika hampir sama.
  • Daratan Tanah Hijau (Greenland) menjauh dan Eropa sejauhsekitar 36 cm setiap tahunnya.
  • Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia dan Antartika menunjukkan persamaan sifat.
  • Pulau Madagaskar dalam gerakannya ke arah barat terhambat oleh Afrika.

Posisi Benua dan Samudra

Dengan cara membaca peta dunia, kalian bisa menjelajahi benua. Pada peta dunia kalian akan melihat lambang warna seperti warna hijau, cokiat, kuning, putih dan biru. Benua-benua yang terdapat di dunia terdiri atas 6 benua dengan 1 benua tidak dihuni oleh manusia secara permanen. Benua-benua tersebut memiliki luas yang berbeda, antara lain:

  1. Benua Afrika sekitar 30.295.000 km²
  2. Benua Eropa sekitar 27.273.272 km²
  3. Benua Australia sekitar 7.683.300 km²
  4. Benua Antartika sekitar 13.200.000 km²
  5. Benua Asia sekitar 44.180.000 km²
  6. Benua Amerika sekitar 42.887.680 km²

Benua yang tidak dihuni merupakan Benua Antartika karena kawasannya terlalu dingin dan selalu bersaiju. Benua tersebut hanya digunakan oleh para peneliti di dunia. Benua-benua tersebut dipisahkan oleh massa air yang luas, namun terdapat beberapa benua yang pemisahannya, antara lain:

  • Benua Asia dan Eropa bersatu, sehingga batas benua tersebut merupakan pegunungan Ural, Laut Kaspia, dan Laut Hitam.

  • Sedangkan Benua Asia dan Afrika bersatu sehingga batas benua tersebut merupakan terusan Suez dan laut merah. Terusan Suez merupakan terusan yang digali untuk memperpendek jarak dan mengkaitkan dengan Laut Mediterranean dan Laut Merah.

Proses Terbentuknya Samudera

Lapisan air tersebut bisa mengandung cekungan di daratan ataupun di lekukan yang besar di permukaan bumi. Lapisan air yang menutupi lekukan-lekukan permukaan bumi tersebut membentuk massa air luas yang dikenal dengan samudera dan massa air yang sempit disebut juga dengan laut. Rasa air asin diakibatkan oleh air hujan yang mengalir di daratan dengan membawa unsur kimia terutama NaC1 (Natrium Kiorida) ke laut.

Artikel Terkait:  Pengertian Pelapukan

Di laut terjadi arus dan gelombang, sehingga Na Cl diaduk oleh arus laut dan gelombang dan terjadi reaksi, sehingga rasa air laut menjadi asin. Jadi perbedaan antara perarian laut dan perairan daratan adalah rasa asin.

Jumlah air laut jauh lebih banyak daripada air daratan. Luas samudera sekitar 71% dari semua air di permukaan bumi, sementara luas daratan sekitar 29%.

Massa air hanya menutupi permukaan bumi sebesar dalam bentuk samudera, laut, selat dan teluk. Bentuk massa air ini disebut denan perairan laut. Berikut ini terdapat 4 samudera tersebar di dunia, antara lain:

  1. Samudra Pasifik memiliki luas sekitar 179.700.000 km²
  2. Samudra Artik memiliki luas sekitar 13.100.000 km²
  3. Samudra Atlantik memiliki luas sekitar 93.400.000 km²
  4. Samudra Hindia memiliki luas sekitar 74.900.000 km²

 

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Pengertian, Sejarah, Teori dan Proses Terbentuknya Benua dan Samudera

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!

 

Baca Artikel Lainnya: