Makalah Gempa Bumi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Gempa Bumi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getran yang dirasakan di permukaan bumi yang di sebabkan oleh gelombang seismic dari sumber gempa di dalam lapisan kulit bumi. Pusat atau sumber gempa bumi yang letaknya di dalam bumi disebut hiposentrum. Daerah permukaan bumi ataupun di dasar laut yang merupakan tempat pusat getaran bumi merambat disebut episentrum.

Gempa bumi adalah getaran bumi atau getaran kulit bumi secara tiba-tiba,bersumber pada lapisan kulit bumi (litosfer) bagian dalam, dirambatkan oleh kulit bumi ke permukaan bumi. Gempa bumi di sebabkan adanya pelepasan energi yang menyebabkan dislokasi (pergeseran) pada bagian dalam kulit bumi secara tiba-tiba. Gempa bumi termasuk bagian dari tenaga endogen yang merusak, menyimpang dari sifat tenaga endogen pada umumnya, yaitu membangun tetapi merupakan gejala sampingan tenaga endogen yaitu tektonisme dan vulkanisme.


Jenis-Jenis Gempa Bumi

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis gempa bumi, yaitu sebagai berikut:


  1. Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api)

Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.


  1. Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.

Teori dari tektonik plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.

Artikel Terkait:  Pengertian Lingkungan Hidup, Jenis, Komponen dan Fungsinya

  1. Gempa Bumi Runtuhan

Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.


  1. Gempa Bumi Buatan

Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.


Tanda-Tanda Gempa Bumi

Berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda gempa bumi, yaitu sebagai berikut:


  • Adanya awan berbentuk seperti angin tornado

Bisa dikatakan itu merupakan awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Adanya awan gempa yang berbentuk aneh tersebut tidak dapat memastikan kapan gempa akan terjadi. Awan seperti itu terlihat di Kobe 8 hari sebelum gempa. Di Niigata, awan seperti itu terlihat hanya 4 jam sebelum gempa Niigata Oktober 2004.

Awan yang berbentuk aneh tersebut terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi sehingga mampu menghisap daya listrik di awan sehingga terbentuk awan mirip angin tornado atau awan vertikal. Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar tersebut terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi.


  • Lakukan uji medan elektromagnetis di dalam rumah

Cek siaran TVapakah mengalami gangguan atau tidak. Apabila memiliki mesin fax, periksa apakah lampunya blinking sekalipun tidak sedang transmit data kemudian minta orang lain untuk mengirim fax ke alamat fax kita periksa apakah teks yang dikirim berantakan atau tidak. Matikan aliran listrik. Periksa apakah lampu neon tetap menyala redup sekalipun tidak ada arus listrik.

Apabila Tv mengalami gangguan, lampu fax blinking padahal tidak sedang transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap nyala sekalipun tidak ada arus listrik, itu menunjukkan adanya gelombang elektromagnetisluar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak bisa dirasakan oleh manusia.


  • Perhatikan hewan-hewan disekitar kita

Periksa apakah hewan – hewan seperti “menghilang”, lari, atau bertingkah laku aneh. Pada umumnya hewan memiliki kemampuan mendeteksi suara dan gelombang elektromagnetik melebihi kemampuan manusia. Apabila ketiga ciri – ciri tersebut terlihat dalam waktu bersamaan atau dalam selang waktu yang tidak terlalu lama maka bersiap siaplah untuk melakukan evakuasi.


  • Perhatikan juga apakah air tanah tiba-tiba menjadi surut tidak seperti biasanya

Jika empat tanda ini ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Empat tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan memang akan ada gempa berkekuatan besar. Waspadalah dan persiapkan keamanan sedini mungkin.


Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Menurut sebab terjadinya gempa di klasifikan sebagai berikut:


  • Gempa Vulkanisme

Gempa vulkanisme terjadi karena meletusnya gunung berapi. Kalau gunung api akan meletus timbullah tekanan gas dari dalam sumbat kawah. Tekanan itu menyebabkan terjadinya getaran yang di sebut gempa bumi. Gempa bumi ini hanya terdapat di daerah sekitar gunung api yang meletus. Gempa bumi ini lebih bahaya dari gempa bumi runtuhan.


  • Gempa Runtuhan (guguran)

Gempa bumi runtuhan terjadi karena guguran atau runtuhan tanah atau runtuhnya bagian atas litosfer karena sebelah dalam berongga. Daerah yang terjadi gempa guguran adalah daerah tambang yang berbentuk terowongan, pegunungan kapur atau lubang di dalam pegunungan kapur.

Kadang-kadang terdapat gua yang terjadi karena pelarutan. Jika atap gua tersebut runtuh, maka timbullah gempa bumi. Bahaya yang di akibatkan gempa bumi runtuhan kecil, umumnya gempa runtuhan terjadi pada wilayah local.

Artikel Terkait:  Lapisan Atmosfer dan Fungsinya

  • Gempa Tektonik

Gempa bumi tektonik di sebabkan oleh gerak lempeng tektonik dan merupakan akibat dari gerak orogenetik. Daerah yang sering kali mengalami gempa ini adalah daerah pegunungan lipatan muda, yaitu daerah rangkaian mediterania dan rangkaian sirkum pasifik.

Bahaya gempa ini besar sekali sebab lapisan bumi dapat mengalami lipatan patahan, retakan atau bergeser. Karena gempa ini selalu mengakibatkan pergeseran muka bumi, maka gempa ini di sebut juga gempa dislokasi. Dislokasi berasal dari kata Dis artinya terpisah, iocare artinya tempat. Jadi, timbulnya getaran itu karena retakan kulit bumi atau terpisahnya kulit bumi dari kedudukan semula.


  • Ledakan Nuklir

Gempa ini terjadi di sebabkan oleh peledakan nuklir. Pada umumnya peristiwa ini terjadi pada Negara-negara yang sedang perang atau yang melakukan percobaan hasil rakitnya. Kekuatan gempa ini tergantung dari kekuatan dari hantaman nuklir tersebut.


Proses Perambatan Gempa Bumi

Proses perambatan gempa bumi melalui tiga cara macam yaitu:


  1. Getaanran Longitudinal (Merapat-merenggang)

Yaitu getaran yang berasal dari hiposentrum dan bergerak melalui dalam bumi. Kecepatan getaran ini besar sekali yakni 7-14 km/jam. Getaran ini datang paling awal dan merupakan getaran pendahuluan yang pertama. Itulah sebabnya di sebut juga getaran primer. Getaran ini belum menimbulkan kerusakan.


  1. Getaran Tranversal (naik turun)

Getaran ini berasal dari hiposentrum dan bergerak melalui bagian dalam bumi. Kecepatan getaran ini antara 4-7 km/jam.Getaran ini datang setelah getaran longitudinal, dan merupakan getaran pendahuluan kedua. Itulah disebut getaran sekunder (s). Getaran ini belum menimbulkan kerusakan.


  1. Getaran Gelombang Panjang

Getaran ini berasal dari episentrum dan bergerak melalui permukaan bumi. Kecepatan getaran ini antara 3,8 – 3,9 km/jam. Getaran ini dating paling ahir, tetapi merupakan getaran pokok. Getaran inilah yang menimbulkan kerusakan.


Dampak Gempa Bumi

Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:


  •    Berbagai bangunan roboh

Peristiwa gempa bumi yang banyak terjadi di berbagai tempat di dunia terutama di Indonesia sangat memberikan dampak bagi masyarakat maupun keadaan alam yang ada. Hal utama yang bisa terjadi saat gempa bumi adalah banyaknya bangunan yang roboh, ini membuat kebanyakan orang menjadi panik bahkan ada yang harus kehilangan anggota keluarganya yang tertimbun runtuhan bangunan.

Dalam hal ini akan mempengaruhi psikologis seseorang yang harus kehilangan keluarganya. Pada sektor ekonomi, hampir semua aktifitas perekonomian terutama di perkantoran dan tempat perbelanjaan terhenti apabila terjadi gempa bumi karena orang lebih mengutamakan keselamatan jiwanya, ini akan mengurangi pendapatan di bidang ekonomi.

Bahkan di rumah sakit banyak pasien yang harus dikeluarkan dari rumah sakit untuk keselamatannya dan hal ini secara tidak langsung akan mengurangi layanan kesehatan bagi para pasien. Selain itu banyak bangunan bersejarah misalnya candi yang rusak karena gempa bumi, padahal situs-situs ini sangat berharga bagi kelestarian budaya kita.


  • Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus

Dampak yang satu ini akan sangat mempengaruhi dalam sektor perhubungan dan berbagai upaya memberi bantuan serta penyelamatan untuk para korban gempa. Hal ini juga akan berdampak pada kelestarian flora dan fauna di sekitar daerah terjadinya gempa karena banyak pepohonan yang tumbang dan hewan-hewan yang panik banyak yang terjatuh dalam belahan tanah yang ada.


  • Tanah longsor akibat guncangan

Tanah longor lebih berdampak pada rusaknya daerah gempa yang bisa mengancam keberadaan manusia maupun flora dan fauna yang ada di sekitarnya.Dengan adanya longsor banyak korban yang meninggal tertimbun tanah longsoran tersebut, pohon tumbang dan banyak hewan yang mati.

Artikel Terkait:  Komponen Peta

Ini dapat membuat keadaan sosial di tempat tersebut akan berubah, yang dulunya keluarganya masih utuh kini harus ada yang hilang. Yang dulunya hewan ternak banyak kini tinggal sedikit dan yang dulunya masih banyak pepohonan kini tinggal sedikit karena yang tersisa hanya hamparan tanah saja.


  • Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul

Dengan terjadinya banjir, maka berbagai aspek akan mengalami gangguan bahkan kerusakan. Seperti terendamnya rumah warga, hanyutnya hewan ternak dan yang lebih mengkhawatirkan lagi banjir dapat menimbulkan berbagai penyakit.


  • Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang)

Inilah dampak yang paling membahayakan dari gempa bumi, karena tsunami dapat merusak semua sektor dan unsur yang ada. Dan tsunami juga dapat menambah kerugian yang sudah diakibatkan oleh gempa bumi.


Penanggulangan Gempa Bumi

Berikut ini terdapat beberapa penanggulangan gempa bumi, yaitu sebagai berikut:


1. Upaya penanggulangan sebelum terjadi gempa

Yaitu sebagai berikut:

  1. Mengetahui pintu-pintu keluar masuk untuk keadaan darurat.
  2. Barang/benda yang berbobot berat disimpan di tempat yang kokoh dan stabil terhadap guncangan.
  3. Pipa saluran gas dan pipa saluran air dipastikan tidak bocor dan tertutup baik  saat tidak digunakan untuk mencegah bencana pengiring gempa seperti kebakaran dan gangguan sanitasi.
  4. Kabel-kabel listrik ditata rapi untuk menghindari hubungan singkat akibat guncangan dan dipastikan sekering berfungsi dengan baik.

2. Upaya penanggulangan saat terjadi gempa

Yaitu sebagai berikut:


  • Jika berada di dalam bangunan

Usahakan tetap tenang dan tidak panic, gunakan pintu dan tangga darurat untuk keluar dan jangan menggunakan lift atau elevator, jangan berlindung di bawah jembatan, jalan laying, ataupun benda-benda yang menggantung tapi berlindunglah di bawah meja yang kokoh, dan jangan dulu masuk bangunan sebelum dipastikan tidak terjadi gempa susulan .


  • Jika berada di luar bangunan

Carilah tanah lapang, jangan berlindung di bawah pohon atau di tempat dekat tiang/gardu  listrik dan getaran gempa kuat, ambillah posisi duduk daripada berdiri.


  • Jika sedang mengemudikan kendaraan

Hentikan perjalanan dan segera menepi, jangan memberhentikan kendaraan di atas jembatan, jalan laying, atau persimpangan jalan, dan jangan segera melanjutkan perjalanan sebelum dipastikan tidak terjadi gempa susulan selang beberapa lama.


3. Upaya penanggulangan setelah terjadi gempa

Yaitu sebagai berikut:

  1. Periksa diri Anda dan orang di sekeliling Anda apakah baik-baik saja atau mengalami luka-lukaa.
  2. Jika terdapat korban yang mengalami luka-luka, gunakan kotak P3K sebagai pertolongan pertama dan segera bawa ke Puskesmas/rumah sakit terdekat.
  3. Nyalakan radio atau televise untuk mengetahui informasi dari instansi pemerintah.
  4. Jika getaran gempa cukup kuat, dirikanlah untuk sementara tenda-tenda darurat di halaman atau tanah lapang untuk menghindari gempa susulan.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Proses Terjadinya Gempa Bumi: Pengertian, Jenis, Tanda, Penyebab, Dampak, Penanggulangan

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: