Sejarah Perang Vietnam

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Perang Vietnam“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Sejarah-Perang-Vietnam

Sejarah Perang Vietnam

Setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2, aliansi negara-negara adidaya di dunia terbagi menjadi dua blok. Blok Liberal (blok Barat) yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Komunis (blok Timur) yang dipimpin oleh Uni Soviet. Kedua blok ini saling bersaing untuk menjadi penguasa dunia. Melalui faham mereka masing-masing, mereka bisa mempengaruhi negara-negara kecil untuk menerapkan sistem atau ideologi yang mereka anut.

Tak terkecuali negara kecil seperti Vietnam, berdirinya negara komunis Cina sedikit banyak membuat negara-negara di kawasan Asia Tenggara terpengaruh oleh doktrin agen-agen penganut komunisme. Kesuksesan penyebaran faham ini juga didukung oleh strata sosial masyarakat di Asia Tenggara, yang umumnya adalah kalangan menengah kebawah dimana profesi mereka adalah para pekerja (buruh) dan juga petani.

Setelah akar-akar tentang komunisme berhasil ditancapkan di Vietnam, negara adidaya Uni Soviet menggunakan kekuasaannya untuk memperdalam pengaruh komunisme dalam segala lapisan masyarakat Vietnam. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat pengaruh komunis dan semakin meninggalkan pengaruh liberalis Amerika. Menanggapi hal tersebut, Amerika Serikat tidak tinggal diam. Maka dibentuklah strategi politik global yang bertujuan untuk menekan pertumbuhan komunisme di dunia. Strategi politik tersebut bernama Containment policy, yang berarti suatu politik bertujuan mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara atau sistem politik dari pihak lawan.

Pihak Amerika Serikat sangat memerangi berkembangnya faham komunis hal ini dikarenakan mereka memandang bahwa setelah terjadinya PD II, salah satu musuh utamanya yang menghalangi Amerika Serikat untuk menjadi negara penguasa dunia hanyalah Uni Soviet dengan faham komunismenya. Oleh sebab itu, kemunculan bibit-bibit komunis di seluruh dunia harus diberantas oleh Amerika. Hal tersebut pernah dilakukan di berbagai negara seperti Korea, Jerman dan kali ini berlangsung di negara Vietnam.

Sejatinya pengaruh komunisme di Vietnam sendiri disambut antusias oleh masyarakat Vietnam. Karena memang topografi penduduk Vietnam yang berada di bawah garis kemakmuran, dan doktrin faham komunismen sendiri yang mengutamakan ‘kesetaraan’, dianggap sebagai angin segar oleh masyarakat bawah di Vietnam, dalam usaha untuk memerangi penguasa dan pengusaha yang semena-mena dan menindas rakyat kecil.

Akan tetapi sebagian masyarakat Vietnam yang mempunyai pendidikan tinggi dan tuan tanah sangat menentang terhadap penyebaran faham komunisme yang terjadi di Vietnam. Mereka bergabung dengan pemerintah kolonial Perancis yang memang pada masa itu masih mempunyai kekuatan di Vietnam untuk memerangi komunisme, dibantu dengan suplai alutsista (alat utama sistem senjata) dari pihak Amerika Serikat.

Akan tetapi mereka tetap tidak bisa mengalahkan tentara Viet Minh, dimana mereka merupakan kelompok yang ingin membebaskan diri dari kekangan penguasa kolonial Perancis. Tentara Viet Minh sendiri juga mendapatkan suplai alutsista dari pihak Uni Soviet, karena mereka juga senada dengan apa yang dicita-citakan faham komunisme yakni ‘kesetaraan’.

Awal mula Amerika mengadakan intervensi di Vietnam ditujukan untuk memerangi pengaruh komunisme, akan tetapi mereka mengeneralisir bahwa semua penduduk Vietnam telah terdoktrin oleh faham Komunisme. Amerika Serikat memandang Ho Chi Minh dan sebagian besar rakyat Vietnam  telah dikuasai oleh komunis Cina. Padahal pada kenyataannya, komunis Ho Chi Minh dengan komunis Mao Zae Dong tidaklah sama. Komunis Ho Chi Minh dengan komunis Mao Zae Dong sendiri mengalami pertentangan, lantaran aspek historis tersendiri.

Aspek tersebut yang dimaksud adalah bahwa rakyat Vietnam tidak bisa disamakan dengan rakyat Cina, walaupun ada sisi historis yang menyatakan bahwa rakyat Vietnam adalah keturunan Cina dan nenek moyang mereka adalah berasal dari bangsa Cina itu sendiri. Hal tersebut diatas lah yang membuat Amerika salah kaprah, maka alih-alih mendapatkan simpati rakyat Vietnam dengan menumpas komunisme, mereka malah mendapatkan perlawanan dari rakyat Vietnam itu sendiri.

Setali tiga uang, bahwa bibit-bibit kolonialisme memang sudah disadari oleh rakyat Vietnam bahwa Amerika sama halnya dengan negara asing lain yang akan melakukan penjajahan di tanah Vietnam.  Penumpasan komunisme oleh Amerika hanya dalih untuk mendapatkan keuntungan material dari Vietnam itu sendiri. Kondisi geografis Vietnam yang subur semakin membuat Amerika Serikat untuk melakukan intervensi.  Dengan demikian, maka rakyat Vietnam tergerak untuk melakukan perlawanan terhadap tentara Amerika Serikat.

Pada dasarnya rakyat Vietnam sendiri sudah muak dengan pemerintahan yang kolonial, terlebih lagi negara Vietnam terkesan dimanfaatkan untuk keuntungan-keuntungan dua blok yang tengah bertikai. Terlebih lagi, perang yang dilakukan terhadap Amerika Serikat ini sendiri dikarenakan untuk menentang dominasi pihak Asing yang berpengaruh di Vietnam.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Amerika Serikat hanya mempunyai tujuan untuk memerangi komunisme di negara Vietnam, padahal Amerika Serikat pasti mempunyai kepentingan-kepentingan lain dibalik itu semua. Apalagi tindakan anti komunis yang dilakukan bertentangan dengan kemauan rakyat Vietnam yang memang mendambakan kesetaraan. Apalagi intervensi atas komunis oleh Amerika Serikat di Vietnam sendiri membuat kehancuran dan merugikan segala aspek kehidupan masyarakat Vietnam itu sendiri.


Jalannya Perang Vietnam

Berikut ini terdapat beberapa jalannya atau kronologi perang vietnam, yaitu sebagai berikut:


  1. Perang Melawan Perancis

Perancis setelah Perang Dunia II hendak menguasai kembali Vietnam yang notabene Vietnam adalah ex-French Indo-Cina. Viet Minh yang dipimpin oleh Jenderal Vo Nguyen tekesan dianggap remeh. Disisi lain Perancis lupa bahwa tentara Viet Minh banyak mendapatkan dukungan luar biasa dari rakyatnya, karena Viet-Minh sudah banyak membantu kesulitan-kesulitan rakyat desa. Oleh karena itu perang yang dilakukan Viet Minh adalah perang rakyat (people’s war), rakyat membantu dengan memberi makanan-makanan dan info-info mengenai gerakan tentara Perancis,memberi tempat penginapan dan membantu membuat persenjataan seperti granat.

Artikel Terkait:  Ilmu Sunan Bonang: Biografi, Silsilah, Metode dan Karya

Perancis mendatangkan tentaranya dari Eropa dengan persenjataan yang modern dan pengalaman perang. Persenjataan Viet Minh berasal dari Cina, Perancis, Inggris dan Amerika yang diperolehnya dengan segala macam jalan sampai-sampai dengan cara pencurian seperti halnya di Indonesia yang merampas dari Jepang. Perancis merasa superior dengan Viet Minh.

Setelah faham komunis berkuasa di wilayah RRC, senjata dari RRC mengalir ke Viet Minh dan Viet Minh melancarkan perang Gerilya terhadap Perancis yang akhirnya dapat dikalahkan dengan serbuan massal. Masa penjajahan Perancis tinggal satu abad, setelah akhirnya disapu bersih dari Vietnam oleh tentara yang baru lahir. Di Geneva, Perancis resmi menyerah dan mengundurkan diri dari Vietnam dan dibuat garis perbatasan 17 paralel dibagian utara merupakan daerah kekuasaan Ho Chi Minh sedangkan bagian selatan termasuk Laos dan Kamboja akan disusun sebagai daerah kekuasaannya lebih lanjut. Ho Chi Minh hanya menginginkan satu hal, yaitu Indo-Cina yang bebas merdeka di bawah kekuasaan komunis Vietnam. Yang diartikan sebagai wilayah IndoCina dalam hal ini adalah Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Laos dan Kamboja.


  1. Perang Vietnam Selatan Melawan Amerika

Secara otomatis dalam rangka SEATO Pact (SEATO-Organisasi negara-negara Asia Tenggara) apabila diadakan pemilihan umum, pasti Ho Chi Minh akan menang dalam pemilihan tersebut. Dengan alasan itu maka tidak diadakan pemilihan umum karena dikhawatirkan Ho Chi Minh akan menduduki kekuasaan di Pemerintahan. Ngo Din Diem yang diangkat menjadi pemimpin Vietnam Selatan adalah seorang aristokrat dan beragama Katolik tidak dapat menstabilisir pemerintahannya.

Pada tahun 1959 sudah terdapat aktivitas guerillya Viet Chong sebanyak 5000 orang. Sepertiga dari Vietnam Selatan dalam kekuasaan Viet Chong. Di Laos, Pathet Lao (seorang komunis) sedang berkuasa dibantu oleh Vietnam Utara. Amerika pada tahun 1963 menempatkan pasukannya sebanyak 1600 orang untuk membangun dan melatih tentara Vietnam Selatan (ARVN Army of the Republic of Vietnam).

Stabilisasi di Vietnam Selatan hendak diselesaikan melalui “landreform” dalam arti diadakannya pemindahan penduduk dari daerah ke desa-desa yang dibuat seperti benteng. Jenderal Nguyenh Kanh yang menguasai Vietnam Selatan setelah jatuhnya Dien didampingi oleh Jendral William Westmoreland (USA).

Setelah terjadi peristiwa Teluk Tongkin yaitu kapal perang USS maddox diserang oleh kapal-kapal Vietnam Utara, yang berada 13 miles dari sebuah pulau di Vietnam, Congres USA memutuskan memberi kuasa kepada Presiden USA untuk melakukan serangan udara di Vietnam Utara dan mempergunakan tentara USA dalam jumlah besar. Atas saran dari Jenderal USA Curtis Le May, dilakukan pengeboman dalam jumlah besar sekali di daerah-daerah Vietnam Utara dan Selatan yang ditunjukkan kepada obyek militer musuh. Hanoi dan Haiphong dikecualikan dari pemboman masal tersebut.

Dalam perbandingan dengan Perang Dunia II, selama Perang Dunia  II berlangsung, USA menjatuhkan bom didaerah musuh sebanyak 2 juta ton, sedangkan di Perang Vietnam selama 4 tahun telah dijatuhkan 2,5 juta ton. Perang udara yang diterapkan di Eropa tidak mempan di Vietnam. Vietminh dan Vietcong meniru taktik Jepang, dengan cara membuat terowongan di dalam tanah yang merupakan markas tempat kumpulan senjata dan makanan.

Lubang-lubang ini dibuat sedemikian rupa supaya tidak terlihat dari udara dan tahan dari pengeboman dari pihak lawan. Dengan cara tersebut, maka dengan cepat pasukan gerilya dapat berkumpul dan mengadakan serangan mendadak di suatu tempat. Taktik-taktik meriam dapat di rangkai dan dapat segera dipasang kembali ditempat yang ditentukan untuk menyerang.

Pengalaman peperangan Dien Bien Phu yang tidak disangka-sangka oleh Perancis diulangi kembali. Faktor-faktor kemenangan yang terjadi pada Viet Minh dan Vietcong didasarkan pada semangat juang yang tinggi , rela mati untuk perjuangan dan mendapat dukungan sepenuhnya dari rakyat desa hal ini tentu saja tidak terdapat pada tentara Vietnam Selatan yang dibangun oleh Amerika Serikat. Hati tentara Vietnam kecil, dan juga mereka mempunyai rasa segan bertempur karena mereka menyadari bahwa lawan mereka adalah saudara-saudaranya sendiri.

Pada umumnya prajurit mempunyai pendapatan kecil yang menyebabkan istri-istri mereka mencari tambahan pendapatan dengan cara mejadi pelacur bagi tentara-tentara militer Amerika. Hal inilah yang membuat semakin berkurangnya semangat untuk berperang, terlebih lagi para perwiranya banyak yang melakukan korupsi. Maka tak heran jika sampai terjadi pertempuran melawan Vietminh mudah untuk dikalahkan. Sering terjadi pada waktu tentara Vietnam mendengar adanya serangan dari tentara Viet Minh sebelum berperang dan melarikan diri. Tentara Vietnam Selatan mengandalkan pada persenjataan yang modern dan kepada tentara Amerika yang selalu mendampinginya.

Pada 1967 tentara AS sudah berjumlah 500.000, pada waktu itu Rusia dan RRC menyalurkan senjatanya ke tentara Viet Minh dan Viet Cong, begitu pula terdapat banyak senjata Amerika yang dijual oleh tentara Vietnam Selatan kepada penyalur-penyalur Viet Cong. Pasar gelap senjata menjadi berkembang subur, hal ini menyebabkan Viet Cong merasa diuntungkan.

Di Amerika sendiri rakyat Amerika banyak yang merasa gelisah. Banyak anak-anak mereka saudara-saudara mereka yang tewas akibat pertempuran, banyak uang Amerika yang dihambur-hamburkan hal ini menyebabkan Amerika menjadi inflasi. Selain itu berbagai demonstrasi juga terjadi di Amerika sebagai wujud penentangan terhadap perang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Vietnam.


Pasca Perang Vietnam

Kemenangan komunis di Vietnam Selatan merupakan pukulan berat bagi Amerika Serikat.Tugas membendung perkembangan komunis di Asia Tenggara menjadi makin berat.Apalagi, masyarakat di Asia Tenggara kebanyakan masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan.Hal itu menyebabkan mudahnya komunis berkembang.Selain itu, juga berkembang teori domino mengenai komunisme.

Artikel Terkait:  Kehidupan Masyarakat Pada Masa Islam

Teori itu menyatakan bahwa apabila suatu negara di suatu kawasan telah jatuh, satu per satu negara yang berada di kawasan itu akan jatuh pula pada komunis. Namun, kebenaran teori itu juga banyak yang menyangkalnya.Apabila kita melihat perkembangan wilayah Asia Tenggara pascakemenangan komunis di Vietnam Selatan, teori domino tentang komunisme itu ada benarnya.Hal itu dibuktikan dengan kejadian-kejadian selanjutnya di Asia Tenggara akibat komunisme.

Setelah negara Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) yang berideologi komunis terbentuk, negara tersebut segera memperluas pengaruhnya.Laos telah berhasil dijadikan negara komunis, begitu pula dengan Vietnam Selatan. Komunis Vietnam terus berusaha memperluas pengaruhnya dengan mencoba memengaruhi Kampuchea. Usaha untuk melakukan kolonisasi di Kampuchea ini disebut Vietnamisasi.Penyerbuan Vietnam untuk menguasai Kampuchea dilakukan pada tanggal 7 Januari 1979.

Pasukan Vietnam dalam menguasai Kampuchea dibantu oleh orang-orang Kampuchea yang mendukung Vietnam. Mereka itu tergabung dalam Front Penyelamat Nasional. Vietnam berhasil menguasai Kampuchea.Oleh karena itu, Vietnam mendirikan Republik Rakyat Kampuchea di bawah pemerintahan Heng Samrin bonekanya.

Vietnam meskipun berhasil menguasai dan membentuk pemerintahan boneka di dalam negeri Kampuchea terjadi usaha untuk menentang pemerintahan komunis itu.Tentu saja itu memberi peluang bagi negara-negara dan pemerintahan antikomunis untuk menghambat laju perkembangan komunis di Asia Tenggara.Pemerintahan antikomunis di Kampuchea dibentuk atas koalisi kelompok Sihanouk, Son San, dan Khieu Sampan. Koalisi itu membentuk pemerintahan baru di Kampuchea dengan nama Pemerintahan Koalisi Demokrasi Kampuchea pada tanggal 22 Juni 1982.

Negara-negara anggota ASEAN dan PBB yang sebagian besar antikomunis tentu saja banyak yang memberi dukungan pada Pemerintahan Koalisi Demokrasi Kampuchea. Hal itu merupakan salah satu cara untuk menghambat laju perkembangan komunis di dunia. Salah satu bentuk dukungan pada pemerintahan antikomunis di Kampuchea adalah mengakui hanya Pemerintahan Koalisi Demokrasi Kampuchea yang berhak memerintah Kampuchea dan menjadi wakil sah di PBB.

Berakhirnya perang Indocina yang ditandai dengan jatuhnya reziem Saigon berarti memberikan kemenangan bagi kaum komunis. Cita-cita Ho chi Minh mengenai ”kemerdekaan dan persatuan” dibawah panji-panji komunisme mulai mencicipi satu kenyataan. Peristiwa ini telah membawa perubahan-perubahan yang cukup mendasar bagi peta politik di Asia Tenggara, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan opini masyarakat, juga para pengamat politik tergerak perhatiannya pada masalah, bagaimana pengaruh kemenangan komunis di Indocina dan bagaimana pula posisi ASEAN di Asia Tenggara.

Gerakan komunis Vietnam senantiasa berkaitan erat dengan proses perjuangan rakyat melawan penjajahan bangsa asing. Kalau sebelum jatuhnya benteng Dien Bien Phu, gerakan komunis harus berperang melawan Perancis, kemudian sesudah itu harus berhadapan dengan Amerika Serikat yang dinilai sebagai imperialis pengganti penjajahan Perancis. Pada bulan April tahun 1975 merupakan saat yang menentukan bagi perkembangan politik di Asia Tenggara. Karena pada waktu itu tumbangnya kekuasaan non-komunis Lo Nol di Kamboja dan jatuhnya reziem Nguyen Van Thieu di Vietnam Selatan, yang sekaligus tumbanglah pengaruh Amerika Serikat di kawasan Indocina.

Rezim komunis yang berkuasa di Vietnam dalam Hanoi Blue Print akan menyebarkan paham komunis ke Asia Tengggra. Ada tiga poin penting dalam Hanoi Blue Print yaitu:

  • Konsilidasi antara Vietnam utara dan selatan. Menjadikan Vietnam satu bangsa yang bulat dan kokoh memenuhi kebutuhan sendiri.
  • Menjadikan Hanoi sebagai satu-satunya kekuatan atau Laos dan Kamboja yang merupakan dua negara komunis, tetapi memiliki orientasi yang berbeda. Dengan pasal itu Vietnam saling berjuang untuk mempersatukan antara Laos dan Kamboja dibawah pengakuan Hanoi.
  • Memperluas pengaruh kekuasaan baik politik maupun ekonomi atas seluruh wilayah Asia Tenggara untuk perlu menempuh jalan subversi dengan membantu rencana militer terhadap setiap perjuangan di daerah-daerah lain.

Berdasarkan rencana di atas, dimana Vietnam akan menyebarkan paham komunis di Asia Tenggara yang tentu saja menimbulkan perubahan politik di Asia Tenggara terutama dalam rangka menangkis serangan komunisme.


Tokoh Perang Vietnam

Perang Vietnam yang telah dilancarkan bertahun-tahun menyebabkan berbagai kehancuran dalam berbagai sektor, ini di akibatkan oleh berhasilnya para pemimpin-pemimpin perang dalam menanamkan cita-cita heroiknya dan keberhasilan dalam menjalankan pemerintahan.

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang Perang Vietnam, maka kita secara sepintas mencoba untuk mengenal para pemegang sentral dalam proses peperangan.


  1. Ho Chi Minh

Ho Chi Minh

Minh lahir pada 19 Mei 1890, dengan nama Nguyen Sinh Cung. Lahir di desa kecil Kimlien, Nghe An, Vietnam Tengah. Min lahir dalam keluarga pemberontak, ayahnya merupakan seorang pegawai yang mengundurkan diri seiring dengan makin mantapnya kekuasaan Perancis di sana.

Minh di sekolahkan si sekolah Perancis, yaitu Akademi Nasional. Saat bersekolah di sini, Minh mulai bersikap kritis. Baginya sebuah hal aneh jika Perancis terkenal dengan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan”, tetapi dalam kenyataannya melakukan penjajahan di atas Indo-Cina. dalam kehidupannya Minh banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor kejadian yang ada, dia sangat berfikir kritis dalam segala hal.

Minh sangat terpengaruh oleh berbagai perkembangan yang ada di negeri Cina. Minh sempat merantau hingga ke Perancis, di sana dia bekerja diantarnya menjadi juru masak. Setelah berkeliling ke berbagai negara, selama 1917-1923 Minh menetap di Paris dan bekerja sebagai pembantu seorang fotografer. Pada masa inilah ia mulai secara serius mempelajari karya-karya Karl Marx dan penulis kiri lainnya.

Akibatnya Minh mulai terjun secara langsung kedalam polik haluan kiri, dia semakin aktif dan semakin dikenal oleh orang banyak dengan sikapnya yang sangat berani menentang kekuasaan Perancis. Ho Chi Minh mulai aktif dalam kegiatan Komunis Internasional, dia mengikuti berbagai pertemuan yang ada di Rusia dan Cina. Minh nyaris kehilangan nyawanya saat gagal dalam melakukan pemberontakan terhadap Perancis, namun dia berhasil lari ke Hongkong, sejak saat itu juga Minh sering sekali mengganti namanya.

Artikel Terkait:  Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Saat Jepang menguasai Vietnam, Minh sangat menentang Fasisme, dia beranggapan bahwa Fasisme lebih berbahaya dari pada Imperialisme dan Kapitalisme, hal ini berbeda dengan golongan Nasionalis Vietnam yang lain. Mereka bekerja sama dengan Jepang, hal ini juga menyebabkan naiknya popularitas Minh dalam Masyarakat.

Pada 10 Mei 1941, di Pegunungan Marx, bersama kaum komunis Vietnam lainnya, terbentuklah Vietminh (Liga Pembebasan Vietnam). Sayap organisasi militer baru ini dipimpin oleh Jenderal Vo Nguyen Giap.


  1. Ngo Dinh Diem

Ngo Dinh Diem

Ngo Dinh Diem lahir 3 Januari 1901. Dia adalah seorang Katolik yang taat dan merupakan pejabat tertinggi dari Dinasti Nguyen. Pada saat  pemerintahan Minh, dia mengasingkan diri ke Amerika Serikat. Berakhirnya babak pertama Perang Vietnam dia dipanggil oleh Bao Dai untuk menjadi perdana menteri untuk bagian Vietnam Selatan.

Diem menerima jabatan tersebut dan menyingkirkan kaisar dalam cara referendum curang pada 1955. Tak lama setelah itu Diem menyatakan dirinya sebagai Presiden Vietnam Selatan. Diem yang disokong oleh Amerika melakukan pembangunan dan ingin memulihkan kondisi Vietnam Selatan dari pengaruh Komunis yang terus masuk dari Vietnam Utara.

Diem menyingkirkan musuh-musuhnya dengan cepat dan menumpas segala gerakan yang menjurus ke persatuan Vietnam (baca: Vietkong). Namun tanpa disadari pemerintahan yang dijalankan ternyata sangat buruk karena korupsi yang merajalela. Ditambah lagi dengan Amerika yang telah tidak begitu mendukung Diem.

Salah satu segi kelemahan pemerintahan Ngo Dinh Diem, terletak dalam sistem dan tata pelaksanaan politiknya. Ia sangat menyandarkan diri pada partai Can Lao, yang dipimpin oleh adiknya sendiri, yakni Ngo Dinh Nhu dan istrinya Tran Le Xuan yang sangat ambisius. Parta Can Lao itu bertindak sebagai agen rahasianya dan menguasai Gerakan Revolusi Nasional. Sekalipun saudara, tetapi banyak pandangan dan tindakan Ngo Dinh Nhu sangat berlainan dengan Ngo Dinh Diem sendiri.

Sungguh sangat tercela tindakan iparnya Tran Le Xuan, yang bertindak seakan-akan menjadi Ratu Vietnam. Karena memang Ngo Dinh Diem tetap masih membujang, maka segala sesuatu mengenai rumah tangga di kediaman resminya di Saigon, diatur oleh Tran Le Xuan. Di samping itu, Tran Le Xuan dengan secara mencolok mengumpulkan banyak harta benda dan menguntungkan sanak keluarganya dengan mengankat mereka dalam jabatan negara yang penting-penting, segingga banyak menimbulkan kemasgulan.


Dampak Perang Vietnam

Dampak yang nyata dengan akibat perang Vietnam adalah jumlah korban yang terlibat dalam perang tidak terhitung jumlahnya secara pasti. Serta Perang Vietnam ini juga mengakibatkan berkembangnya ideologi komunisme di berbagai negara di kawasan Indocina, seperti Kamboja dan Laos.

Penyebaran ideologi komunisme di Asia Tenggara ini didalangi oleh adanya sebuah lembaga di Uni Soviet yang bernama Communist International (Comintern). Pola kaderisasi badan ini adalah dengan menjaring para tokoh negara atau pemuda-pemuda yang cerdas untuk dididik menjadi agen-agen penyebar ajaran komunis. Di Indonesia, salah satu tokoh yang pernah mengenyam pendidikan di Comintern adalah Dipo Nusantara Aidit. Di Vietnam, salah satu tokohnya adalah Ho Chi Minh.

Di Laos, paham komunisme diterapkan oleh Pathet Lao, yaitu sebuah organisasi yang terbentuk dari proses konsolidasi militer dan perseteruan politik dalam negeri Laos. Pathet Lao menjadi rezim penguasa Laos yang berhaluan komunis. Di Kamboja, pengaruh komunisme disebarkan oleh rezim otoriter bernama Khmer Merah. Selanjutnya, tahun 1977, terjadi pertikaian antara Kamboja dan Vietnam. Kamboja mendapatkan dukungan dari Cina, sedangkan Vietnam mendapatkan dukungan dari Uni Soviet. Puncak dari pertikaian itu adalah usaha invasi Vietnam atas Kamboja pada tahun 1979, yang berlanjut pada penyerangan Vietnam oleh Cina.

ASEAN yang berdiri seiring dengan memanasnya perang Vietnam, tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap penyelesaian konflik tersebut. Tetapi begitu perundingan paris dilanggar oleh Vietnam utara ASEAN mulai menunjukkan kekuatannya. Dan ketika Vietnam mulai menginvasi Kamboja ASEAN mencoba melakukan pembicaraan dengan Vietnam, dimana nantinya dapat dicapai dua sasaran yakni :

  • meyakinkan  Vietnam bahwa  kalau ingin berkembang secara ekonomi dia tidak boleh semata mata bergantung pada Uni Soviet dan COMECON dan untuk memperoleh bantuan dari masyarakat internasional  dia harus mengambil suatu sikap kerjasama yang sungguh sungguh terhadap ASEAN.
  • meyakinkan Vietnam bahwa dia harus  menemukan suatu penyelesaian politik yang dapat diterima oleh pihak Kamboja karena secara militer saja tidak akan dapat  memecahkan masalahnya

Selain beban ekonomi, keterlibatan militer Cina akan berdampak bagi kawasan Asia Tenggara, selain itu ekspansi Vietnam hanya akan membuat Vietnam terkucil dari dunia internasional.


Daftar Pustaka:

  1. Alfian dkk. 1986. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN. Jakarta: Seknas ASEAN Deplu RI.
  2. Ebenstein, William, 1990, Isme-Isme Dewasa Ini, Yogyakarta: Yogyakarta.
  3. Luhulima, C.P.F., dkk. 1986. Dimensi Kerangka Kegiatan dalam Kerja Sama ASEAN, Jakarta:Seknas ASEAN Deplu RI.
  4. Sardiman, A.M., 1983, Kemenangan Komunis Vietnam dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Politik di Asia Tenggara, Yogyakarta : Liberty.
  5. Schanberg. Sydney, 2004. Kamboja, dalam Kenneth Anderson, Kejahatan Perang: Yang harus diketahui public. PJTV-Internews Europe.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Sejarah Perang Vietnam: Jalannya, Pasca, Tokoh & Dampak

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: